Rabu, 29 Juni 2011

Saat Aku Gagal :')

Semua berawal dari waktu aku terima rapor. Tentu semuanya berharap yang terbaik, begitu juga aku. Semuanya menunggu di depan pintu kelas, duduk dan memasang raut muka cemas. Ngga lama kemudian, wali murid masuk ke kelas, termasuk papaku. Aku makin nervous. Ngga lama setelah itu, papanya Adhi keluar, spontan temen-temen yang lain pada ngrubungin mau liat kertas rankingnya. Aku nyari namaku, begitu ketemu...8. Turun. Gagal. Aku ngecewain mamaku. Badanku lemes. Pengeeen banget rasanya nangis. Tapi ku tahan. Alhasil, aku Cuma berekspresi datar sambil senyum yang sebenernya dipaksain banget.

Papaku keluar kelas, aku bingung mesti ngomomg apa. “maaf ya, pa. Aku belum bisa masuk 3 besar lagi.” Tapi ngga kesampaian mau ngomong gitu. Waktu hampir di depan gerbang depan, papaku ngeluarin amplop, “apa ini isinya?”. Aku buka amplopnya. Oh ternyata beasiswa masuk 10 besar dari Briton. Begitu sampai rumah, aku tambah bingung lagi, apa yang mesti aku bilang sama mama? Ngga sampai hati bilang. Sempet rasanya pengen bunur diri. Hehe. Oke lebay.

Mamaku ketiduran, aku diem aja, cuma bilang, “assalamualaikum..” pelan banget. Waktu mama bangun terus nanya-nanya soal rapor dan tau rankingku turun, aku makin ga tahan pengen nangis. Akhirnya, jadilah aku nangis disitu. Haha. Mamaku nanya, “loh, kenapa fanny nangis?” aku diem aja sambil nggelengin kepala. Berusaha nutupin muka biar ngga keliatan papa. “ya.. memang nilai fanny turun, tapi kan fan mesti bangga itu hasil fan sendiri” mama nambahin. Aku udah tau itu hasilku sendiri, tapi aku tetep kecewa ngga bisa ngasih sesuatu ke mama buat terima kasih. Aku buru-buru nenangin diri. Aku berusaha ngeliat semuanya dari sisi positifnya. Tapi, saat itu rasanya semuanya butek -__-. Mungkin aku butuh waktu buat nenangi diri.

Malemnya aku sempet ngrenung, dulu kata pak Muchlis, Allah malu kalo ngga ngabulin doa hambanya yang masih berdoa di malem hari, alias sholat tahajud. Aku mulai mikir, apa bener itu ya? Selama ulangan umum, aku berdoa hampir tiap malem, eh ngga dikabulin. Muncul lagi satu pikiran lain, oh ya, Allah mendengar semua doa hambanya, tapi ngga sekarang Dia mengabulkannya. Aku berusaha memaknai *ceilah* apa sih yang sebenernya mau Allah kasi sama aku? Dari kejadian ini, akhirnya aku bisa menyimpulkan beberapa hal :

*     Allah itu sebenernya mendengar apa aja doa hambanya, tapi ngga sekarang di kabulkannya. Allah punya rencana sendiri, dan Allah selalu memberi hambanya apa yang dia butuhkan, bukan apa yang dia inginkan. Ya, mungkin belum waktunya aku dapet ranking di 3 besar J
*     Saat kita gagal. Akhirnya aku tau rasanya. Selama ini aku selalu ‘di atas’. Aku jadi belajar memahami perasaan orang lain yang gagal.
*     Satu lagi yang paling penting, dulu aku sempet masuk 3 besar. Ranking 3. Dan aku ngerasain sendiri, itu ngga gampang buat dipertahankan. Jadi, kalo dapet sesuatu, jangan bangga dulu. Ada hal yang lebih sulit: mempertahankannya.

Jadi buat yang selalu ‘di atas’ jangn keburu bangga ya J persiapkan diri kalau kamu gagal :p. Sekian curhat colongan seorang pelajar SMP.

Jumat, 20 Mei 2011

Sahabat? :O

Persahabatan adalah sesuatu yang penting di dalam hidup kita. Punya banyak sahabat itu menyenangkan. Kebanyakan orang tahu bahwa sahabat selalu ada waktu senang ataupun sedih. Persahabatan tidak selalu berjalan mulus seperti yang ada di benak orang-orang yang mungkin belum pernah merasakan ‘perselisihan’ dengan sahabatnya. Dan seringkali berujung pada perpecahan. Padahal masalah itu hanya salah paham. Berikut adalah tips bagaimana menjaga persahabatan agar tetap awet :
1.   Berpikir apa yang bisa diberikan untuk sahabat
Kita harus selalu ada kapanpun buat sahabat, baik di waktu senang maupun susah. Dan jangan jadikan sahabat sebagai ‘tempat pelarian’ atau ‘tempat sampah’. Maksudnya, hanya datang kepada sahabat saat kita butuh dan membuangnya jika sudah tidak dibutuhkan. Sahabat akan kesal dan mulai berpikir kita hanya memanfaatkannya. Jika punya sesuatu yang lebih untuk dibagi, jangan segan untuk membaginya. Walaupun barang atau sesuatu itu kita anggap kurang berharga. Semua orang pasti punya cara menanggapi sesuatu yang terjadi secara berbeda-beda. Tetap positif dan jangan menuntut balas jika memberi. Suatu saat kita pasti akan mendapatkan hal yang sama atau mungkin lebih besar.

2.   Mendukung sahabat apapun keadaanya
Sebagai sahabat yang baik, kita harus bisa men-support sahabat kapanpun dan dimanapun. Misalnya dia mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba atau olimpiade, semangat dari kita dapat membuatnya lebih percaya diri. Jika sahabat kita punya masalah, kita juga harus membantu dan mendukungnya untuk melewati masalah itu.

3.   Bersedia untuk memaafkan
Sahabat yang baik selalu memaafkan sahabatnya yang berbuat salah. Tetap berpikir positif. Sahabat juga manusia dan kita tahu bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan luput dari kesalahan. Apa salahnya jika memaafkan? Jika kita merasa belum dapat memaafkan kesalahannya, sebaiknya kita menenangkan diri terlebih dahulu. Atau mungkin kita juga dapat ‘menyatakan’ kepada si sahabat tentang perilakunya yang tidak kita senangi dan memintanya untuk merubah itu. J

4.   Jangan memandang kesalahan dari sahabat kita
Kadang kita ‘jaga jarak’ kepadanya karena sesuatu yang telah diperbuatnya yang tidak kita senangi. Mungkin sahabat kita akan bingung mengapa kita menjauhinya. Sebaiknya, kita menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Terbuka pada sahabat akan membuat persahabatan antar kalian dapat terjalin erat dan juga belajar memahami satu sama lain. Jika kita tertutup mungkin hanya akan menimbulkan kesalahpahaman antara kita dan sahabat. Sayang kan kalau persahabatan berakhir hanya karena salah paham?

5.   Kalau berjanji ditepati
Semua orang tahu akan hal ini. Tapi tidak semuanya melaksanakannya. Dan tidak bisa dibilang gampang yang namanya menepati janji. Cobalah menepati apa yang sudah kita katakan kepada si sahabat. Jangan sampai membuatnya kecewa.

6.   Jangan membatasi pergaulan sahabat kalian
Sahabat juga butuh teman yang lain, tidak hanya kita. Jadi jangan batasi pergaulannya. Siapa yang ngga suntuk kalau dilarang berteman dengan orang lain? Mungkin di luar sana dia bisa mendapat teman yang lain untuk ertukar pikiran. Sahabat bisa tahu lebih banyak hal. Dan siapa sih yang ngga mau punya sahabat eksis yang dikenal banyak orang :p

7.   Menerima sahabat apa adanya
Terima sahabat apapun keadaanya, insyaAllah *ceilah sahabat akan menerimamu apa adanya. Jangan melihat sahabat dari tajir,  cantik/cakep, pinter/engganya dia. Jika kita punya sahabat pintar, kita dapat belajar banyak darinya, siapa tahu bisa membantu kita bisa lebih mengerti pelajaran di sekolah dengan lebih jelas J

8.   Jaga rahasia
Siapa yang ngga BT kalau rahasia “penting”nya di’bocorin’ ke orang lain? Apalagi jika itu rahasia sahabat kita sendiri. Terutama saat sahabat kita sedang curhat, dan curhatannya itu diketahui orang lain yang seharusnya tidak boleh tau. Jadi, jaga rahasianya dan buat sahabat percaya bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk curhat dan berbagi.

9.   Jangan menyelesaikan masalah dengan emosi

Kebanyakan, masalah yang diselesaikan dengan emosi malah berakhir buruk. Jika ada masalah dengan sahabat sebaiknya kita menanyakan kepada sahabat ada apa dengan dia dan apa yang ‘sebenarnya’ terjadi. Masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin kan? Saat kita emosi, tenangkan diri dan berpikir apa yang semestinya dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Saat kita emosi atau marah, pikiran kita menjadi tidak terkendali dan kadang-kadang salah mengambil keputusan. Ajak sahabat bicara baik-baik. 

Rabu, 23 Maret 2011

Aku Menurut Mereka

Senin lalu di pelajaran BK a.k.a bimbingan konseling kita dibagikan kertas berwarna hijau terus disuruh tulis nama ditengah tengahnya. Meja di kelas juga dibentuk lingkaran, jadinya melingkar gitu (?). well, yang mau saya share *tsah ini tentang tanggapan teman”ku tercinta tentang aku, paling banyak mereka menulis tentang westlife. Yep, aku suka heboh di kelas soal itu hahaha. Contohnya alika yang nulis “gilawestlife(Y)” terus devlin yang nulis “sebenernya fanny suka mark/brian? -__-“, lalu lita yang nulis “sangat cinta westlife :D” ada juga dhika yang nulis “terobsesi WL, setia” dan lain-lain. Salah satu yang menarik adalah tulisan dari safira a.k.a si paprika, dia nulis “kaya bawang”. Yap, gara” dia sekarang banyak yang panggil aku bawang karena mukaku mirip bawang :p. Dan karena ga mau diolokin sendirian akhirnya aku panggil dia paprika, dan mulai bemunculan nama” sayuran yang lain hahaha. Ini dia kertasnya ada disebelah kanan :D .....


Jumat, 18 Maret 2011

Tentang Lingkungan dan Adiwiyata

  • Lingkungan adalah segala sesuatu yang berupa biotik & abiotik yang berada di seketiar kita.
  • Lingkungan hidup adalah segala tata ruang gerak termasuk manusia di dalamnya yang melakukan upaya dan seluruh aktifitasnya.
  • Lingkungan dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan hidup alam dan lingkungan hidup buatan.
  • Yap, lingkungan hidup alam adalah lingkungan yang penghuninya makhluk hidup dan terjadi secara alami yang melaksanakan aktifitas/sebagai feedback/timbal balik antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya (ekosistem). Contohnya : gunung, laut, sungai, gosong, rawa, bukit, teluk, dll.

*gosong adalah bukit pasir yang terbentuk dari abrasi. Gosong paling besar terdapat di parangtritis, DIY.
  • Sedangkan lingkungan hidup buatan adalah lingkungan yang dibuat dan dibudidayakan oleh manusia untuk melangsungkan terjadinya ekosistem. Contohnya : aquarium, kolam, sawah, kebun, waduk, dll.


  • Ada penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang berhasil dalam merawat dan menjaga lingkungannya, yaitu adiwiyata. Salah satunya adalah SMPN 1 Balikpapan yang sebentar lagi akan mendapatkan piala adiwiyata mandiri.


  • Apakah adiwiyata itu??
  • Adiwiyata berasal dari 2 kata, yaitu adi dan wiyata.

Adi : besar, baik, agung, ideal, dan sempurna.
Wiyata : tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika dalam berkehidupan sosial.
  • Jadi adiwiyata adalah tempat yang baik dan ideal dimana kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan, norma, dan etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju kesejahteraan hidup menuju kepada cita-cita pembangunan yang berkelanjutan.
  • Ada 3 tingkatan adiwiyata, yaitu :

  1. 1.     Adiwiyata pratama

Nilainya antara 70-80
  1. 2.     Adiwiyata madya

Nilainya 80-90
  1. 3.     Adiwiyata madya

Nilainya 91-100


Fannytology~

Hai siapapun yang membaca ini :D
Namaku Annisa Tristifany, panggil aja Fanny. Seorang siswi kelas 2 SMP di Balikpapan.
Senang sekali dengan boyband Irlandia yang bernama WESTLIFE ngga tau kenapa :p
Juga member resmi dari Westlife Indonesia :D
Bagian dari kelas bernama Einfour a.k.a Eight International Four
Sangat sebel dengan orang yang jutek dan maunya ditanyain terus, tapi..
Kalo ada orang lain yang mau kenalan aku welcome, tapi kalo jutek ya tinggalkan saja~
Suka bikin fanfict tentang Westlife :DD
 Pengen tau lebih banyak? Follow @FannyMcFadden :D trims