Jumat, 05 Juli 2013

My Celebs Crush



1.   Westlife
Pasti sudah pada tau kan dari sejak jaman bahula kalo aku sukaaaaa banget sama boyband yang (akhirnya) bubar ini. Masih pahit sebenernya rasanya. Agak aneh gitu tiap tahun tanpa single baru dan album baru dari mereka. But what can I do then? I’m just hoping all the best for all of them including Brian. I love you Shane, Mark, Nicky, Kian, and Brian. KEEP CALM AND LOVE WESTLIFE FOREVER.




2.   Edward Cullen a.k.a Robert Pattinson
Next! He’s a cool vampire but not coolest hehehe. Pertama ngeliat udah kesengsem walaupun ngga langsung suka sama Twilight sih masih heboh-hebohnya Harry Potter soalnya. Eh pas Breaking Dawn part 2 rilis aku malah suka. Aku tau ini telat. Saya selalu telat deh kayanya. Ngeliat dia di Twilight, masuk trus ada angin berhempus perhalan, beeehhh orang ganteng masuk belakangan di belakangnya Alice dll. OMG.



3.   Carlisle Cullen a.k.a Peter Facinelli
Eaaaahhhh this is the coolest vampire everybodeeehh!!!! Please welcome dr. Carlisle Cullen. Kalem, bawaannya cool, dan ga mudah emosi. Idaman banget walaupun udah bapak-bapak. Awal kesengsem emang sama anaknya dia, si Edward. Tapi lama kelamaan sukanya sama bapaknya. He’s super cool.





4.   Edmund Pevensie a.k.a Skandar Keynes 

Pertama kali liat juga biasa aja rasanya. Tapi di Narnia kedua yang sama Pangeran Caspian lama-lama cakep juga ya (?) ini mungkin karena pas di Narnia pertama dia masih kecil. Oke abaikan. I love his gorgeous face! ;)




5.   Legolas a.k.a Orlando Bloom
YEAAAAHHH me and mum called him, “si cool.” Itu loh yang jadi Legolas di The Lord Of The Ring. Cool banget, rapih, ga pernah luka kalo perang. He’s so charming!!!




6.   Ped a.k.a Jirayu Laongmanee
Pertama kali liat di film Thailand yang judulnya “Suckseed” dia berperan sebagai Ped, sahabatnya Khung. Dia pendiem, cool getoh dech. Mungkin cowok cool itu menarik yah, daritadi aku ngomongin kalo sukanya sama cowok cool yah. Iya cowok cool itu penuh misteri gitu, ga bawel dan ga banyak omong. Mmmm aku ga suka sama cowok yang kebanyakan ngomong ehe.




7.   Lee Min Ho
Uyeah kembali ke negeri ginseng. Pertama kali suka sama dia pas liat dia di BBF (Boys Before Flowers) sebagai Goo Joon Pyo. Mancung, tinggi (187cm). actingnya keren banget pas di city hunter jadi Lee Yoon Sung, beda banget sama Goo Jun Pyo yang manja trus nyebelin. Oh iya, I’ve already watched his new drama too, “The Faith/ The Great Doctor” dia jadi jendral Choi Young disini.


8.   Kim Soo Hyun
WAAAAAAAA oppa yang imut sekaleeehhh. Langsung suka pada pandangan pertama di drama korea “The Moon That Embraces The Sun”. He played the role as King Lee Hwon there. Dia main juga di Dreamhigh jadi Sam Dong. I love to see his cute face!!!


9.   Channing Tatum
Hola! Pertama kali liat dia pas main di film 21 Jump Street. Awal liat biasa aja. Malahan pas ada temen bilang, “Itu Channing Tatum, ganteng banget tau.” “Ngga ah biasa aja.” Dan tak lama kemudian…. Aku menyadari bahwa dia memang ganteng. Kalo senyum sama ketawa mirip Kim Soo Hyun. Terus kedua kali aku ngeliat dia di film The Vow. So sweet banget filmnya. Intinya crush saya makin bertambah!


10.             Chris Pine
Play the role as FDR. Agen CIA handal yang rebutan cewek sama temennya, Tuck. He’s so tall and cool. Pas browsing eh ternyata dia seumuran bang marky. Kenapa oh kenapa aku ga punya crush yang masih umur belasan tahun (?) please don’t judge me. I have on, he’s on number 6!



Itulah kesepuluh crush saya yang mungkin bisa nambah dan bisa berkurang juga…. Thanks for reading xxx

JUPANCA yeaaahhh

HAPPY BIRTHDAY BU ANNA!
Ini telat harusnya diposting tahun lalu. Ini masih jaman SMP pake biru putih unyu-unyu yang sudah mulai kehilangan kepolosan sebelum masuk SMA (?). iseng liat-liat foto SMP di laptop, yaampun entah kenapa saya merindukan SMP. Semuanya kompak & nyatu. Here’s my class called Jupanca. Consist of 23 + 1 great kids. Ngga tau gimana harus terima kasih karena mereka membantu banget buat adaptasi waktu aku pindah kesana menjelang UN. Together, we have fun. Together, we laugh. Dibawah ini beberapa foto unyu waktu ultah bu Anna, walikelas kami tercinta. Ada fotoku pelukan juga sama bu Anna, how sweet :3 *tersipu* acara berlanjut dengan tiup lilin yay! Dari awal sebenernya udah janji kue ultahnya ngga boleh dicolek-colekin. Tapi…semua berubah saat Vicko menyerang. Kabarnya, dia yang pertama main colek cream kue ke anak-anak. Suasana pun jadi ricuh saling colek-colekan cream kue satu sama lain. Seru sekali!







Nah ini waktu buka puasa bersama di rumah Danu tahun lalu. Semua dateng loh kecuali 1 orang, tuki. Dia rumahnya kejauhan jadi ga dateng. And my daddy praised us because we’re so kompak! Hehehehe. Setelah buka puasa dihabiskan dengan cerita-cerita dan foto-foto lalu main mercon. Usilnya Danu dia bawa mercon ke dalem rumah buat ngagetin yang lain. AAA AAAA AAAA *teriak* (?) but it was wonderful and unforgettable. Togetherness.






Nah ini dia pas graduation alias wisuda. Aku udah ngaret mestinya sebelum jam 7 udah di sekolah aku malah dateng jam 8 hahaha. 2 dari teman kami, Sarah & Nindha masuk 10 besar dengan nilai terbaik (bukan NEM UN). Selesai acara, kita foto-foto, ambil ijazah dan pulang. Cewek-ceweknya pada canthique pake kebaya, dan cowok-cowoknya pake jas B)










Proud with that?

Bicara masa SMA, yang tergambar dikepalaku hanyalah tumpukan buku dan catatan kecil semua tugas, PR, dan ulangan. Seperti tak ada habisnya. Kadang aku merenung, mengapa harus sebanyak ini jumlah mata pelajaran yang harus dipelajari kelas X di SMA sebelum penjurusan. Aku termenung. Hal lain yang terlintas adalah ketika aku bersusah payah mengerjakan PR, dan keesokan harinya… “Fan, lo udah ngerjain PR belom?” Tanya seorang teman sekelas. “Udah..” jawabku singkat. “Boleh liat ngga?” balasnya yang sudah kesekian kali melihat pekerjaan rumahku. Dan ketika pembagian rapor, aku terkejut ketika teman yang biasanya menyontek PRku menjadi ranking di atasku. Ini dapat menjadi gambaran rendahnya keinginan siswa untuk berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai prestasi yang baik. Rasa malas seakan sudah menguasai mereka. “Boam” alias “Bodo amat” yang sering kudengar terucap dari mulut mereka ketika ditanya konsekuensi tindakan mereka tersebut.

Hidup yang berkecukupan, beraneka gadget, orang tua yang kaya mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat mereka malas. Malas dan nyontek sudah seolah sahabat. Jika kita malas, kita pasti menyontek. Jalan pintas yang sebenarnya tidak baik dan tidak mendidik untuk dilakukan. Hidup para remaja jaman sekarang seolah dibuat, “Yang penting gue seneng, nilai gue bagus, dan ortu seneng.” YOU ARE ABSOLUTELY WRONG GUYS!

Papaku pernah berkata, “..masa remaja itu adalah masa yang kritis. Kenapa? Karena pada masa itu menentukan bagaimana kita kedepannya. Menjadi orang berhasil atau tidak?” seorang guru matematikaku juga pernah bilang, “Kalo kamu kesekolah cuma cari  nilai, kamu ngga bakal dapet ilmu.” Ini dalam sekali loh pernyataannya. Kalo kita ke sekolah hanya mengandalkan mencari nilai, nilai bisa dikasi kok. Halal tidaknya tergantung cara kita mendapatkannya. Bisa dari nyontek atau usaha sendiri. Nah disini letak bedanya. Kalau kita menyontek untuk mendapat nilai, yang kita dapat hanya ‘jawaban teman’ yang ngga tentu benar salahnya. Dan seandainya dapat nilai bagus? Bangga tidak? “Boam” mungkin hahaha. Disisi lain bagi yang mencari nilai berdasarkan usahanya sendiri, walaupun mendapat nilai jelek, dia akan tetap berusaha memperbaikinya dan mencapai hasil yang maksimal. Yang akhirnya akan membuatnya bangga, karena itu merupakan hasil kerja kerasnya yang murni.


Kemarin sekolah mengadakan psikotes untuk siswa kelas X sebagai bahan pertimbangan penjurusan, IPA atau IPS. Psikotes ini ada 4 sesi. Di sesi yang terakhir, penguji membagikan selebaran kartu kepada kita yang mana terdapat beberapa kata yang berlainan. Dan kita diminta untuk menghafalkan dalam waktu 3 menit dilanjutkan menjawab pertanyaan yang tampaknya digunakan untuk menguji daya ingat kita. Beberapa anak sudah maju mengumpulkan jawaban mereka. Dan beberapa saat kemudian seperti yang bisa ditebak, beberapa anak ‘panik’ meminta jawaban dari teman yang lain. Saya hanya berpikir, “Hell-o? This is psycotest. Test for knowing YOUR ABILITY, not YOU FRIENDS’” karena virus “Boam” sudah menyebar, apa daya. Beberapa ada yang aku tegur dan hanya tersenyum. Menyedihkan buka jika melihat pemandangan seperti itu pada generasi muda bangsa. Menyontek seolah sudah menjadi budaya yang melekat dalam diri sebagian besar mereka. Ini merupakan kebiasaan buruk yang hanya bisa dihilangkan melalui kemauan dari dalam diri sendiri. 

Senin, 21 Mei 2012

W E S T L I F E (again-_-)


Hai semuanya. Tanggal 23 Juni 2012 semakin dekat. Dan itu artinya...Westlife ngga lama lagi akan mengakhiri semua ini. Oke ini alay-_-

Yah ini postingan tentang Westlife lagi yak?
Serius aku sedih buanget mereka mau bubar. Mereka PHP (Pemberi Harapan Palsu), katanya Nicky, Westlife ngga bakal bubar kecuali fans mereka udah berhenti beli album mereka, sekarang apa, om?! Terus Shane juga bilang kalo Westlife ngga akan bubar sampe ada salah satu dari mereka yang meninggal, tapi apa?! Kian juga bilang bakal balik lagi ke Indonesia, dan waktu tour taun 2004 dia bilang, “Westlife is unbreakable” lihatlah betapa doyannya aku diPHP-in -_-

Tapi aku bisa apa coba? Kalo itu udah keputusan mereka. Mau nangis membabi-buta pun kayanya aku malah diusir security dikirain orang gila lepas. Jadi harus apa? Pernah aku dulu mikir buat demo massal di seluruh dunia biar Westlife ngga jadi bubar (jadi mirip demo BBM deh-_-). Hahaha. Aku pengen Westlife ngga bubar. Aku pengen mereka tetep nyanyi sampe mereka udah punya cucu (?). 20 Years Of Westlife!

Yeah, kemarin-kemarin nih aku baru order DVD 10 Years of Westlife. yah, maklumlah fans yang lahir telat jadi begini nih wkwk. DVDnya sukses buat aku njerit kenceng, ketawa, nyanyi, dan...nangis. paling seru itu waktu mereka medley 5 lagu di tengah-tengah. Suasananya seru banget. Terus aku juga suka yang pas Shane nyuruh penonton se-stadion itu buat njerit sambil berdiri dari mulai bagian kanannya dia. Asik banget! Penontonnya pada kompak ;). Terus saat mengharukannya itu waktu habis lagu Swear It Again, mereka bilang thank you ke fansnya. Mulai dari Kian, dilanjut Shane, Mark, dan terakhir Nicky. Habis Marky selesai, Shane nangis loh di panggung sambil duduk di tangga gitu, terus mereka pelukan berempat, what a sweet moment, lads! Sukses bikin penontonnya juga ikutan nangis, ga terkecuali aku hehe.

Aku peka banget setiap ada orang bilang kata-kata ini:
1.      Westlife
2.      Croke Park
3.      Dublin
4.      Ireland/ Irlandia
5.      23 Juni
Begitu denger kata-kata itu rasanya nyess nyess nyess dan nyess lagi. Apalagi sekarang lagi liburan kan, makin sering ngegalau gara-gara si om-om itu.

Yeah, endingnya aku cuma berharap Westlife bisa lebih sukses dan bahagia kedepannya yah. I will always here to support you no matter what. Aku cuma telat 8 tahun kok jadi fansnya mereka *Cuma??!!!* aku lahir taun 1997, Westlife mulai tahun 1998. Dampak postifnya aku suka sama mereka nih, aku jadi punya banyak temen-temen westlifer. Terus jadi makin semangat buat belajar bahasa inggris. Dan..hidup itu rasanya lebih berwarna gitu kalo ada mereka. Ada sesuatu yang dikejar untuk didapatkan hehehe. Kaya perjuangan nonton konser 5 Oktober 2011 kemarin. Itu bener-bener-bener-bener-bener-bener perjuangan banget, mulai dari nabung tahun 2010, ngetweet ke promotor sampe twitterku limit 3 kali, apalagi pas nonton mereka. Duh banyak deh kenangannya.

Did you know?
When you’re around my heart won’t it can’t slow down.
It beats so hard, it makes it hard to catch my breath, to catch my breath.
Oh..
When you’re with me I stop seeing.
Any way to fail, how do I explain?
I try to tell you what I’m feeling.
But how do I when all words pale?

(Weslife – Catch My Breath)







Jumat, 11 Mei 2012

Fanfic Ngasal


Pagi itu aku terduduk bosan di depan kelasku, kelas 9B. “Kayanya aku dateng kepagian nih.” Aku melirik jam tangan putihku dan melihat waktu menunjukkan pukul 06.15. Karena bosan, aku mengambil ponsel dari tas dan berniat online twitter. Seperti biasa, timelineku 90% berisi westlifer. Aku hanya memandangi timeline sesaat dan kemudian sign out.

Tak lama kemudian, Ovi datang. Disusul anak-anak yang lain. Keadaan yang semula amat sangat krik krik sekali berubah menjadi penuh tawa. Tak lama kemudian, bel berbunyi tepat pukul 07.00. Pelajaran pertama hari itu adalah bahasa Inggris. Dan ini waktunya untuk ujian praktek. Aku yang mendapat giliran paling akhir hanya mondar mandir di depan kelas. Ngga lama kemudian, giliranku tiba. Dan presentasiku kali ini tentang auto-biografi seseorang. Seseorang yang sudah lama menjadi idolaku, tepatnya sejak tahun 2006, Westlife.

Presentasi berjalan lancar dan aku mendapat tepukan hangat dari temen-temen yang lain. Puncaknya, guru bahasa Inggrisku memintaku untuk menyanyikan lagu Westlife. Aku memilih menyanyikan lagu “Uptown Girl”. Dan presentasi pun berakhir. Aku mendapat nilai sempurna. Pelajaran dilanjutkan dan guru bahasa Inggrisku pergi keluar sebentar untuk mengambil soal. Aku asik ngegosip dengan anak-anak yang lain dan masih agak sedih kepikiran kalo Westlife mau bubar. Aku terdiam. Hanya bisa terdiam teringat peristiwa yang tak lama lagi akan terjadi itu. Begitu pedih perih pahit sekali rasanya *4L4YM4K5IM4L*.

30 menit berlalu dan guru bahasa Inggrisku belum juga kembali. Aku mulai merasa bete berat dan hanya mengutak-atik ponselku sembari melihat foto-foto saat 5 Oktober dulu. Galau sedih senang bercampur aduk jadi satu seperti jus sirsak campur mangga dan jambu ditambahin lombok merah setengah biji.Semua anak sibuk mengobrol dan bercanda satu sama lain. Aku ngerasa down banget dan udah mulai badmood to the max! Aku meletakkan kepalaku di atas meja dan berharap aku bisa menghilang sesaat, seenggaknya mungkin tertidur(?). Tak lama kemudian, guru bahasa Inggrisku kembali, yeah 45 menit berlalu. “Fanny! Where’s  Fanny?” “Fanny siapa, mam? Fania atau Fanny?” tanya salah seorang temanku. “Fanny yang satunya, bukan Fania.” Aku yang hampir tertidur lalu terbangun dengan muka penasaran.

“Iya, ma’am?” tanyaku. “Somebody has looking for ya, Fanny.” jawabnya. “Siapa, ma’am?” tanyaku makin penasaran. Belum sempat pertanyaan itu terjawab, ada yang membuka pintu kelas. Mendadak kelas menjadi hening dan hanya tertuju pada satu arah, siapa yang membuka pintu?

Entah kenapa, aku merasakan jantungku berdebar-debar. What’s up Fan?” bisikku dalam hati. Ngga biasanya se-deg-deh-an ini. Pintu kelas mulai terbuka dan aku melihat sosok orang dewasa jangkung berkulit putih dan berhidung mancung. “Bule yang nyari aku? HAHAHA salah orang kale-_-“ pikirku.

Aku yang masih penasaran terus menatap ke arah pintu dan tiba-tiba aku merasakan jantungku berhenti berdetak. Sekujur tubuhku kaku dan aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Keempat pria bule itu masuk ke dalam kelas dan berkata, “Who’s Fanny? FannyMcFadden exactly..” kata salah seorang dari mereka. Guru bahasa Inggirsku berkata, “Here is the girl you’ve been looking for..

Semua terasa sepi. Hanya ada aku dan 4 pria bule tersebut. Mereka berjalan mendekatiku sementara yang lain hanya terbelalak memandangku dan keempat pria bule itu. Aku merasakan air mata mulai menetes perlahan di pipiku. Bibirku bergetar seakan ingin sekali mengucapkan, “IS THAT YOU? THE REAL YOU?”. Aku mengusap air mata dan berdiri memeluk mereka. Badanku gemetar. Aku memeluk Mark, salah seorang personil Westlife yang memang menjadi favoritku. Aku memeluknya erat sekali sambil menangis terisak dipelukan pria jangkung yang  berhidung mancung tersebut.

I guess it’s only a dream when I think I will meet you. After..after..I didn’t win the meet and greet competition when you come to Jakarta last year..I...I just think that I’ll have no more chance to meet you..” kataku terbata-bata sambil terisak.

Selama pelukan teletabis itu berlangsung, teman-temanku berdiri sambil memberikan standing applause. Aku memeluk keempat pria itu bergantian. Masih banyak sekali pertanyaan yang ingin kutanyakan pada mereka. “How did you know that I am here?”. But I can’t, all the words are pale. ------------


The end.


Senin, 07 Mei 2012

My Aim :)


Aim adalah cita-cita atau mimpi sekaligus tujuan hidup. Setiap orang pasti punya tujuan dan mimpinya sendiri-sendiri, termasuk aku.


Honestly, I want to be a journalist.
Jadi jurnalis sekaligus wartawan dan reporter, mungkin ini bisa jadi pekerjaan favoritku. Kenapa? Karena menurutku kalo kita jadi pencari berita, ngga hanya wawasan yang selalu bertambah, tapi kita akan selalu up-to-date dengan hal-hal terbaru yang terjadi di dunia. Tapi setiap tujuan dan cita-cita pasti ada halangannya, mau atau tidak. Papa ngga ingin aku jadi jurnalis, dan tepatnya lebih seneng kalo anaknya jadi dokter. I always wondering why almost all parents want their children to be a doctor?

Setiap ada saudara (tante/om) yang nanyain mau ambil jurusan apa kalo kuliah, dengan amat pahit dan terpaksa aku bilang, “kedokteran” -_- aku bingung sebenernya harus nurutin orang tua atau diriku sendiri? Dan ini cukup menggalaukan. Tapi ngga lama aku mikir, “sebenernya yang punya masa depan aku atau papa? Yang menentukan aku atau papa?” dari sini aku ingin sekali bisa bilang ke papa dan om-tante yang nanya, “saya mau jadi jurnalis”. Tapi aku ngga punya cukup keberanian untuk bilang itu. Disisi lain papa lebih berpengalaman soal pekerjaan. Dan aku jujur sempet ngerasa tertekan gara-gara ini, bukannya kalo kita memaksa itu sama dengan menghambat orang untuk bermimpi? Siapa tau aku suksesnya bukan di bidang kedokteran, tapi di bidang lain? Who knows?

Disamping jadi jurnalis, aku juga pengen jadi duta. 2 bidang yang aku pengen banget buat jadi duta adalah bidang lingkungan dan pendidikan. Jujur, aku risih banget kalo ada orang yang buang sampah sembarangan. Kalo suatu hari nanti aku jadi duta lingkungan, aku bakal menggalakkan usaha buat mengurangi bahan-bahan makanan yang dibungkus plastik. Misalnya aja kalo kita belanja, kita bisa bawa plastik atau kresek sendiri dari rumah. Atau mengganti tempat belanjaan itu dengan kertas, kaya di Eropa dan negara maju lainnya. Seenggaknya kita sudah mengurangi 1 macam pencemaran di bumi.

Next, duta pendidikan. Aku mau jadi duta pendidikan, karena aku ingin bisa menolong orang yang ngga mampu biar bisa tetep sekolah. Perihatin banget kalo liat di TV, ada anak yang masih kecil, dan seharusnya mereka seneng-seneng main dan belajar di sekolah sama temen-temen sebayanya, tapi karena faktor ekonomi mereka jadi putus sekolah. Kalo bisa, aku ingin punya sekolah sendiri hehe. Atau paling ngga, kalo ada waktu luang, aku bisa ngajar di sekolah-sekolah yang memang butuh dan kurang untuk tenaga pengajarnya.

Selain itu, aku juga pengen punya yayasan. Yayasan ini untuk orang-orang tua yang seharusnya istirahat dan ngga perlu kerja lagi. Pernah waktu itu di TV, ada nenek-nenek yang tinggal di kandang ayam! Layakkah itu? Nenek-nenek itu keseariannya cuma jual daun pisang dengan penghasilan 3.000 rupiah per hari. Nah, untuk menekan pengangguran juga, dari muda harus dipersiapkan, ngga boleh putus sekolah dan kalo belajar juga harus sungguh-sungguh.
Nothing is impossible.


“Anda dapat mewujudkan apa pun asal anda memiliki komitmen terhadapnya dan berbuat sesuatu yang nyata untuk meraihnya.” (Anthony Robbins)


Rabu, 25 April 2012


Tips-tips kalo lagi badmood :

1.     Jangan ngomel-ngomel atau curcol di social network. Curcol dikit ngga papa sih, tapi kalo berlebihan bahkan sampe over banget?!?! Orang bakal ilfeel berat dan mikir “apaan sih orang ini” -_- contohnya kalo kita curcol berlebihan di twitter, kerugiannya adalah selain mungkin aja kita bisa kehilangan follower kita jadi di-ilfeel-in sama orang lain.


2.     Jauhi orang-orang yang bisa jadi sasaran pelampiasan badmood-mu. Kalo lagi badmood, kita biasanya suka cerita ke sahabat atau teman atau mungkin orang-orang terdekat kan? Nah, ngga menutup kemungkinan kita bisa aja ngelampiasin semuanya ke mereka. Kalo aku sendiri, mending pilih diem sama jaga jarak sementara dari mereka, soalnya aku suka ngelampiasin. Jadi mending, tenangkan diri dulu baru cerita.

3.     Tenangkan diri. Sebenernya ini kunci utamanya! Tarik napas dalem-dalem dan hembuskan. Lakukan sampe kamu ngerasa lega dan siap untuk bercerita.


4.     Kalo lagi di suasana ramai usahakan ngga keliatan BM (BadMood). Cari aktifitas yang memperbaiki mood. Tapi kalo udah badmood tingkat akut banget, kembali lagi ke tips no 3, tenangkan diri dan ambil napas.

5.     Cari kegiatan yang bisa membuat kamu lupa sama sesuatu atau seseorang yang bikin kamu BM. Contohnya nih kalo yang suka olahraga, mungkin bisa olahraga, seenggaknya yang bikin BM “tersingkirkan” sementara. Jadi kita ngga keterusan BM. Kalo aku nih ya kalo lagi BM sukanya berdiem di kamar (bukan semedi -_-) terus abis itu muter lagu, keseringan lagunya WESTLIFE sih ehehe ._.V dan abis itu tidur~


6.     Buat yang muslim, solat atau wudhu. Beberapa orang pernah bilang gitu, wudhu bisa ngilangin perasaan marah. Apalagi kalo ditambah solat, curhat sama yang diatas. InsyaAllah tenang~ AMIN (?)

Semoga tips-tips diatas tadi bermanfaat. Ini murni aku sendiri yang bikin. Dicampur beberapa pengalaman (haha-_-).



DON’T FORGET  TO HIT THE FOLLOW BUTTON ON @FANNYMCFADDEN’S TWITTER PAGE YAAA :D