Senin, 03 Agustus 2015

Film-Film Kartun Masa Kecil

 Mulai beranjak dewasa membuatku kangen sama masa kecil. Ya, semuanya! Termasuk beberapa film-film kartun kesukaanku dulu. Ibaratnya ini adalah “drama korea”-ku waktu kecil karena bener-bener kecanduan.

1.    Chibi Maruko-Chan
Masih inget kan sama kartun lawas yang satu ini? Penggambaran tokoh dan latar yang sederhana nggak mengurangi kekocakan tingkah Maruko. Sampai sekarang aku masih hafal beberapa bait OST kartun ini.

Jalan panjang menuju langit biru
Tiba-tiba kulihat seorang anak
Yang menemukan harta karun di dalam sana
Alangkah senang dan hati gembira
Wangi angin padang rumput di sore hari
Sampaikaaan salaam gembiraaaa
Sekarang ganti baju agar menarik hati
Ayo kita mencari temaaan

Satu episode Maruko yang masih kuingat adalah saat dia potong rambut. Kebetulan yang memotong adalah ibunya sendiri. Berbekal kecekatan ala ibu rumah tangga, ibunya memakaikan mangkok ke kepala Maruko agar mudah untuk menyesuaikan bentuknya. TARA! Rambut baru Maruko jadi dan dia siap berangkat ke sekolah. Ternyata dia malah diolok-olok di sekolah karena poninya mirip batok kelapa. Dengan naluri anak kecilnya dia kemudian membela diri. Beberapa teman setianya (yang aku lupa namanya) berusaha menghibur Maruko yang sedang sedih dengan mengatakan hal-hal seperti, “Kau harusnya bangga, Maruko karena ini adalah hasil potongan ibumu sendiri” dan ternyata kalimat ini berhasil. Maruko akhirnya cuek dengan komen-komen pedas temannya dan menyesal telah marah-marah karena diledek. Dia membayangkan di rumah ibunya sedang menyesali kesalahannya karena memotong poni yang mirip batok kelapa. Maruko bergegas pulang dan ingin menghibur ibunya. Dia menegtuk pintu, “aku pulang!” seru Maruko. Dia mencari ibunya yang ternyata sedang menonton TV dan tertawa terbahak-bahak. Semua diluar ekspektasi. Ibunya tidak menyesal sama sekali.

                                   


2.    Hachi
“Mama… mama… dimana kau berada? Mama… mama… suatu saat pasti bertemu.” Yikes! Kisah seekor lebah madu yang mencari mamanya, sang ratu lebah madu. Konon Hachi dan Mama dipisahkan karena saat ia kecil terjadi penyerangan di kerajaan. Ratu lebah madu yang juga ibu Hachi ditawan oleh musuh. Sementara Hachi dirawat oleh orang kepercayaan ibunya. Hachi beranjak dewasa dan kemudian memulai petualangan mencari Mamanya.

Bagian menyebalkan dari film kartun ini adalah saat mamanya ada di dekatnya tapi dia ngga nyadar. Film ini dulu ditayangkan di TV 7 (Trans 7 jaman dulu) lalu diputar ulang di Space Toon. Aku sampai sekarang juga ngga tau, apakah Hachi udah ketemu sama Mamanya?

                                       

3.    Avatar The Legend Of Aang
Cerita Aang, Katara, dan Saka ngga akan pernah tergantikan! Epik banget film kartun satu ini. Bercerita tetang Aang, seorang bocah yang beku di dalam es selama seratus tahun dan ditakdirkan jadi Avatar. Dia adalah keturunan terakhir dari pengembara udara yang kebanyakan adalah biksu yang mendiami kuil-kuil. Para pengembara udara dibantai oleh Negara Api agar tidak ada Avatar selanjutnya. Sejak diberi tahu oleh gurunya kalau dia adalah Avatar, dia kemudian kabur bersama bison terbang miliknya, Appa. Petualangannya untuk jadi Avatar hebat banyak menemui tantangan dan pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi dia selalu diburu oleh Rivalnya, Pangeran Zuko dari Negara Api yang dijanjikan akan diberi kehormatannya lagi kalau bisa menangkap Avatar. Di ujung cerita, Pangeran Zuko sadar kalau dia seharusnya membantu Aang melawan ayahnya, Raja Api Ozai.

Aku juga sempat beli komik Aang sampai seri ke delapan. Setelah itu udahan, males hahaha. Aku sempat berandai-andai bisa mengendalikan salah satu elemen antara air, tanah, api, atau udara. Dan jika aku bisa, aku akan pilih air J

                               

4.    Tokyo Mew Mew
Tokyo Mew Mew beranggotakan 5 gadis cantik dari Tokyo yang disisipi gen hewan yang terancam punah oleh Shirogane, pemilik sebuah restoran yang sebenarnya dia gunakan untuk markas. Ichigo Momomiya adalah anggota pertama, dia disisipi gen kucing. Warnananya pink. Konon, dia naksir berat sama teman sekolahnya yakni Aoyama. Di akhir terungkap bahwa Aoyama adalah bos musuh aliennya yang selama ini menyerang bumi bernama Deep Blue. (WUIH!)

Anggota kedua adalah gadis kaya bernama Minto Aizawa. Dia disisipi gen burung, warnanya biru. Dia adalah penari balet yang baik. Awalnya Minto sangat sombong namun lama kelamaan dia bisa lunak dan cepat akrab dengan yang lain. Anggota ketiga adalah Retasu Midorikawa, dia adalah gadis lugu pemalu yang disisipi gen ikan duyung. Warnanya hijau. Anggota keempat adalah Purin Fong yang disisipi gen monyet, warnanya kuning. Dan anggota terakhir adalah seorang artis terkenal, Zakuro Fujiwara. Dia adalah yang paling tua diantara semua anggota. Zakuro disisipi gen serigala abu-abu, warnanya ungu.

Aku juga ngoleksi komiknya ada 7 seri. Di komik, akhir ceritanya Ichigo menikah sama Aoyama. Cute sekali <3

                       

5.    Web Diver
Kartun di Space Toon yang bercerita tetang Robot dan ‘Pengendalinya’. Aku sudah lupa semua karakternya, yang kuingat cuma tokoh utamanya yaitu Kento dan robotnya, Gladion. Film kartun ini sukses bikin aku nangis bombay karena ending yang mengharukan. Di sebuah pertempuran, Gladion harus mati dan dia mengembalikan Kento ke bumi. (Aku agak lupa, mereka bertarung di luar angkasa gitu). Esok pagi saat ia ke sekolah, kento sama sekali tidak kelihatan sedih. Jauh berbeda seperti saat dia dipulangkan paksa oleh Gladion. Teman-temannya mulai heran, setelah dipancing akhirnya Kento nangis abis-abisan karena kangen sama Gladion (brb ambil tissue, baper). Teringat temannya yang bilang, “Sudah, Kento. Jangan berpura-pura” lalu Kento nangis sejadi-jadinya. Tapi seingatku, Gladion kembali kok.

                                       

6.    F-Zero
F-Zero bercerita tentang balapan mobil yang dicampur kekuatan gitu. Tokoh utamanya namanya Ryu dengan musuhnya Zoda. Ternyata Zoda merebut kekasih Ryu, Haruka ya namanya? (CMIIW) Haruka dibuat lupa ingatan sehingga ia harus melawan Ryu saat balapan. Ryu yang melihatnya jadi baper (?) dia berusaha keras mengambil kembali Haruka dari Zoda. Yak sisanya lupa -_- ceritanya cukup bisa bikin baper. Atau mungkin akunya yang baperan sejak kecil. Ngga! Aku cuma gampang terharu aja :’)

                        

7.    Naruto
Sekuel yang sampe sekarang belum kelar-kelar. Ngga usah di sinopsis pasti udah pada tau ceritanya kan? Pertama kali tau Naruto dari kelas 5 SD, temen-temen cowok suka ngomongin dan di tempat les, 2 temen cewekku juga suka ngomongin. “Sakura” “Sasuke” aku masih ngga nyambung, lama-lama mulai nonton. Kebetulan 2 temen lesku ini suka sama Temari dan Hinata. Okelah kucoba nonton Naruto yang waktu itu masih bocah usil yang naksir sama Sakura. Eh? Tapi tokoh kesukaanku di film ini bukan Sasuke si cool atau Gaara yang berwibawa itu. Tapi……Pak Hatake Kakashi!!!! He he he. Entah kenapa mata sayunya yang males itu menarik. Menurutku dia ideal karena tinggi dan kurus. I like that kind of guy! Selain Kakashi aku juga suka sama bapaknya Naruto, Minato Namikaze. Hm J bapaknya Naruto cakep dan kalem, ibunya cantik. Kenpa Narutonya bisa petakilan gitu?! L

Seiring berakhirnya Naruto, aku masih berharap kalau Kakashi punya pacar dan kemudian menikah. (HA HA!) dan kedua orang tua Naruto masih hidup cos they’re sweetest couple ever!

                      

8.    Hamtaro
Berkisah tentang hamster-hamster lucu menggemaskan yang berpetualang.

Hamtaro tidur dimana saja
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari!

Lalu gerombolan hamster lucu lari lewat. Aku ngga ingat salah satu ceritanya. Mianhae L

                          

9.    Let’s Go!
Yap! Karena sudah malam dan saya sudah mulai mengantuk, ini adalah film kartun terakhir yang akan kuceritakan. Mungkin sebagian masih inget? Film ini yang bikin kita heboh sama tamiya. Dulu aku juga sempat punya beberapa. Ah! Waktu kecil udah ga inget gender mau cowok atau cewek semua main tamiya hahaha. Jujur aku sudah lupa sama nama-nama tokohnya! But I like this one.

                                      

Sebenernya masih banyak kartun-kartun yang menghiasi masa kecilku dan kamu kamu semua. Tapi itu adalah favoritku!


Mengenang masa kecil itu seperti ada berusaha menjangkau kertas yang tertiup angin kencang. Sekeras apapun kita mencoba, ga akan bisa ditangkap lagi. (Apa-apaan ini?! Hahaha) aku rindu masa kecilku dan semua film-film itu. 


Selamat bernostalgia.
Pic Source: Google and Tumblr

Kamis, 09 Juli 2015

Tanpa Judul

9 Juli 2015 menjadi hari penting bagi camaba Indonesia. Sejak pagi artikel-artikel penyemangat sudah bertebaran, semakin menjadi pertanda buatku. Flashback saat pelaksanaan ujian SBMPTN dulu, aku jujur merasa kesulitan karena soalnya memang lebih sulit daripada soal TO. Disitu mau ngga mau timbul rasa pesimis, iso opo ora yo? Kuncine ikhlas, le (iklan di metro tv). Yang kupelajari adalah saat kita menempuh ujian apapun kuncinya adalah ikhlas dengan apapun keputusan Sang Penulis Skenario drama hidup kita. Tawakal juga penting karena kadang disaat kita udah “mbuh” malah dikasih sama Allah.

Kemudian sekitar pukul 17 lewat 15 kubuka website pengumuman SBMPTN yang ternyata down, aku mencoba beralih ke website mirror seperti ITB, UI, UGM, dan ternyata bisanya di UNDIP. Polosnya aku sempat ngga mudeng dengan hasil yang kubaca, kucoba log in beberapa kali padahal tinggal di scroll sedikit ke bawah di laman itu. Bata merah lagi, bro, sis. Aku ikhlas =)) Kebal aku sudah sama virus bata merah ini karena sudah dilindungi antibodi “FK dimana-mana sama”

Kondisi di grup kelas rame, saling tanya satu sama lain. “Gimana? Keterima dimana?” pertanyaan ini membuatku muak sejak pengumuman SNMPTN yang juga bata merah. Day D I was okay, tomorrow? Kenapa baru nyess besoknya? Telat. Teringat waktu Westlife bubar dulu pas Day D juga biasa aja, esoknya nangis kejer. “Aku ikhlas, Ya Allah. Aku ikhlaaasss, sungguh!” tegasku lagi. Ditambah, “Aku rapopo, Ya Allah.” Lama-lama menjadi, “Aku rakuat, Ya Allah.” Hahaha canda ah~^^

Di grup anak-anak FK UII juga rame, “UII siap menanti” dan “Ada UII yang mau menerima aku apa adanya” membuatku terhibur, kocak juga sih anak-anak ini. Adaaa aja caranya menegarkan diri.

Nggak bisa terelakkan kalau ada perasaan iri saat temen lain dapat PTN dan kita belum diterima. Disitu juga kadang kita merasa hidup ngga adil. No! Hidup selalu adil menurutku. Kita hanya tahu apa yang kita mau dan terkadang memaksa Allah mengabulkan, padahal Allah menjawab do’a kita dengan tiga cara:
1.    Yes
2.    No
3.    I got better
Sedangkan yang kita sering presepsikan adalah kalau nggak Yes ya No. Sis, bro, ini hidup, bukan audisi nyanyi di TV. “Aku Yes” atau “Aku No” itu kan manusia, Allah beda, masih punya “I got better”.

Yang membuatku sangaaat bersyukur hingga detik ini adalah aku masih dapat jatah bangku kuliah kedokteran tahun ini. Banyak orang mencoba masuk ke FK UII bahkan dari tahun lalu dan baru diterima tahun ini setelah mencoba berkali-kali, sedangkan aku dimudahkan sangat oleh Allah hanya mencoba sekali dan tepat di gelombang terakhir. Fabi ayyi alaa irabbikuma tukadzibaan? (tolong koreksi kalau salah penulisan ayatnya) Nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan?

Bro, sis, life is not always the way we planned but exactly the way Allah’s plan. And it’s always better. Hidup itu seperti lari marathon, beberapa orang menang di 100 meter pertama. Tapi yang penting adalah orang-orang yang menang karena mencapai garis finish terlebih dahulu. I’m not gonna say, “Tetap semangat ya!” karena itu basi. Basi. Basi. Basi. Dan tidak membangkitkan semangat sama sekali, malah cenderung mendownkan. Lebih baik, “Sudah hantam aja, yang bisa lakuin, lakuin. Tuhanmu lebih besar daripada masalahmu. Turn to Allah!”

Kalau gagal gini jadi sok bijak wkwkwk. Nggak papa kan sekalian memotivasi diri?

Satu hal yang harus kamu kamu ingat, bro, sis. Hidupmu ngga berhenti kalau kamu nggak diterima PTN. Kompetisi itu biasa. Menang baru luar biasa! (?) tapi bagaimana kita bangkit saat terpuruk itulah yang lebih luaaarr biasah! “Sesuatu!” kata teh Syahrini. Seribu jalan menuju Roma, kenapa Roma ya? Kenapa bukan London atau Jakarta? Oke, kita ganti. Seribu jalan menuju hatimu. Lah? Maaf saya sudah move on.

Sebenarnya yang bikin aku kecewa karena gagal SBMPTN adalah karena aku belum bisa membanggakan mama dan papa. Aku baik-baik aja, tapi…? Sebagai anak, pernah ngga sih terpikir bahwa ortu sudah memberi kita banyak hal baik secara materiel ataupun lainnya. Bagaimana kita membalasnya?

Eak kembali galau.

Bro-bro, sis-sis, mulai sekarang tanamkan dalam-dalam di lubuk hatimu bahwa suatu saat kamu akan membuat mereka bangga. Segera inshaAllah. Pacu prestasimu di berbagai bidang yang kamu mampu. InshaAllah akan Allah bantu.

Sebagai penutup, ada quotes dari Ustadz Yusuf Mansur
Fokuslah pada apa yang kita dapatkan dan kita punya. Perbaiki diri, kurangi melihat lebihnya orang lain. Suatu hari kamu akan tau betapa Allah sayang sama kamu dengan caranya yang luar biasa menjaga kamu.

KEEP CALM AND STAY COOL!

Minggu, 05 Juli 2015

Seminar Inspirasi: SAY NO TO DRUGS!

Assalamualaikum.

Kali ini aku akan berbagi cerita tentang seminar yang kuikuti hari Minggu, 5 Juli 2015 kemarin. Seminar ini berlangsung di kantor mama selama kurang lebih 4 jam dan dibagi 2 sesi. Sesi pertama bertajuk “Say No To Drugs” yang dibawakan oleh dokter Aisah Dahlan. Sedangkan sesi kedua bertajuk “Menabung Energi Positif” yang dibawakan oleh pak Jamil Azzaini.

[WARNING: LONG POST] !!!

Sebelumnya beberapa dari kita mungkin sudah sering mendengar slogan-slogan “Say No To Drugs”. Entah di buku tulis kita bagian bawah atau dikampanye-kampanye anti narkoba. Sebelumnya aku sendiri pernah beberapa kali mengikuti seminar tentang narkoba, tapi seminar kali ini patut diacungi jempol. Loh kenapa? Yup! Seminar-seminar sebelumnya rata-rata hanya berupa slide tetang bahaya narkoba, gejala, dan penanganan yang hanya sekedar hitam diatas putih. Jadi, habis seminar lewat sudah ilmunya. Apasih yang pertama kali terbayang saat kita mendengar kata narkoba? Bahaya? Mengerikan? Tapi pernah ngga kita lihat secara nyara orang yang benar-benar kecanduan narkoba? Ternyata lebih mengerikan dari yang aku bayangkan. Selama ini aku menganggap narkoba ya narkoba; bahaya, bikin kecanduan, nanti ujung-ujungnya kalau ngga direhab ya ditangkap polisi. Nah buat kalian yang berpikiran seperti itu, lebih baik simak paragraf selanjutnya karena inshaAllah ceritanya menarik.

Sebelum seminar dimulai, dilantunkan beberapa lagu rohani oleh grup orang-orang mantan pecandu narkoba yang dibawakan oleh 8 orang, 6 laki-laki dan 2 perempuan. 



Bu dokter Aisah pun memulai seminar dengan memperkenalkan dirinya. “Ah drugs again, it’s gonna be boring” pikirku diawal sesi. No! setelah selesai memperkenalkan diri, bu Aisah memulai dengan topik pada umumnya yang dibahas kala seminar narkoba; jenis, bahaya, persentase penduduk Indonesia yang terjerumus, dll. Di akhir pembahasan topik umum ini diberikan satu tips bagaimana menjaga keluarga kita agar tidak terkena narkoba? Cukup simple, “aman dan nyaman”. Maksudnya? Buatlah rumah, sekolah, atau kantor aman dan nyaman. Mungkin kalau aman relatif sudah terlaksana. Tapi nyaman belum tentu.

Bagaimana membuat suasana nyaman? Bu Aisah menghadirkan materi tentang psikologi, perbedaan laki-laki dan perempuan. Sebenarnya, perempuan dan laki-laki punya kesamaan, yaitu sama-sama spesies manusia (ha ha ha) dan memang hanya itu persamaannya. Berikut ini beberapa fakta tentang pria dan wanita:

a.   Pria punya stok 7.000 kata per hari sedangkan wanita 20.000 kata per hari.
Inilah sebabnya kenapa perempuan kebanyakan begitu bawel dan cerewet. Karena memang stoknya banyak. Sedangkan bagi suami istri, kenapa kalau suaminya pulang ke rumah ngomongnya hanya sedikit? Karena stoknya sudah habis di kantor._. terkadang mungkin saat perempuan berbicara pada laki-laki dan ditanggapinnya cuma, “Hm” atau bahkan hanya menengokkan kepalanya, ketahuilah ternyata itu lumrah. Memang laki-laki seperti itu.

b.   Corpus Callosum wanita lebih tebal daripada pria.
Apa itu corpus callosum? Corpus callosum adalah bagian dari otak yang menghubungkan otak kanan dan kiri (selebihnya liat di google, takut salah). Ternyata corpus callosum wanita lebih tebal dari pria, apa artinya? Wanita memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. That’s cool yeah? Hahaha. Sedangkan pria hanya dapat melakukan satu hal dalam satu waktu karena itu pria lebih mudah konsentrasi. Dan ketika pria berkonsentrasi, pendengarannya menurun. Itu sebabnya, kalau ada istri manggil suaminya yang lagi asyik nonton bola, dia ngga nyaut-nyaut. Sekarang sudah tau sebabnya kenapa kan? J

c.   Pria lebih suka membicarakan ide/gagasan sedangkan wanita lebih suka mencari informasi.
Well, pria cenderung lebih suka kalau membicarakan gagasan. Misalnya di sebuah rapat. Sedangkan wanita lebih suka mencari informasi….hmm pasti mikirnya ke gossip ya? I know L

d.   Pria tertarik dengan benda yang bergerak
Itulah sebabnya kenapa pria suka nonton bola atau main games dan bisa tahan berjam-jam. Kalau toh ada wanita yang seperti itu, berarti dia kelebihan sedikit hormon testosteron (oh…baru tau._.). Ada saat dimana wanita bicara ke pria dan dia tidak menatap wajah wanita, kenapa? Karena mungkin wanita itu bukan muhrimnya (trying to tell joke ha ha). Bukan bukan, karena pria tidak betah melihat wajah. Dan tentunya bukan karena ingin bersikap acuh tak acuh! Karena itu saat berbicara dengan pria dan dia tidak menatap wajah kita, just keep talking. Mereka mendengarkan kok, asal tiap 10 menit kita tanya, “ngerti nggak?” hehe.

e.   Pandangan pria lurus dan panjang sedangkan wanita pendek dan lebar
Coba luruskan tanganmu ke depan dan fokus tatap jari tengah. Kalau wanita masih bisa melihat sekeliling kanan dan kiri sedangkan pria tatapannya fokus lurus dan panjang. Itulah kenapa wanita pas masak bisa sambil liat kanan kiri kalau ada tikus atau kecoa!

f.    Pria menginginkah kedudukan, kekuasaan, dan bersaing sedangkan wanita menginginkan hubungan dan kerjasama
Rata-rata ibu-ibu punya perkumpulan kan? Hahaha. Entah perkumpulan beli sayur barenga atau PKK, pengajian, arisan, dll. Ya, karena wanita mengingikan hubungan dan kerjasama. Kalau pria lebih menginginkan kedudukan, kekuasaan, dan bersaing. Hal ini berkaitan juga dengan poin c karena pria lebih suka membicarakan ide/gagasan.

g.   Wanita bisa berubah ekspresi wajah 6 kali dalam 10 detik
Perhatikan ilustrasi ini!
Osa           : “Fany, 1D mau ke Indonesia! Akhirnya!” (bahagia berbunga-bunga)
Fany         : “Wah Alhamdulillah yah” (ikut seneng)
Osa           : “Tapi Zayn ngga ikut” (sedih)
Fany         : “Loh kenapa?” (kaget)
Osa           : “Dia keluar dari 1D” (makin sedih)
Fany         : “Demiapa? Yaampun sa, sabar ya. Masih mending 1D ngga bubar.” (menegarkan)
Got it? Banyak ekspresi.
Kalau pria satu ekspresi dalam 10 menit. Tunggulah menit ke 11 keatas untuk melihat responnya yang lebih ekspresif. Jangan keburu bĂȘte,ok?

Setelah memaparkan tentang perbedaan pria dan wanita, bu Aisah meminta mbak&mas yang membawakan lagu tadi untuk mendemonstrasikan bagaimana ketika mereka menghisap ganja dan kawan-kawannya. Biasanya, jenis narkoba ini digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Efeknya bisa jadi bahagia sesaat dan halusinasi, namun selanjutnya? Kesakitan yang luar biasa. Melalui peragaan langsung ini, aku jadi tau betapa ngerinya pakai narkoba. “Sakitnya seperti kuku kita dicabut.” kata dr. Aisah. Ada lagi jenis pil yang biasa dipakai di diskotik, kalau kita minum seperempatnya aja jantung kita yang biasanya berdebar 80-90 kali per menit menjadi 120 kali per menit. Itulah kenapa di diskotik disetelkan musik berirama cepat untuk mengimbangi detak jantung mereka. Seperempat pil ini membuat mereka bisa joget sampe 2 jam! Really have to say no to drugs, right? Lebih baik buat ngaji… (alim J) Hati-hati juga dengan orang yang bicaranya cadel, lidahnya terasa berat, dan ngelantur. Bisa jadi dia sedang menggunakan narkoba. Dan sebenarnya masih banyak lagi peragaan dari masig-masing efek yang ditimbulkan oleh berbagai jenis narkoba. Terlalu panjang kalau diceritakan satu-satu disini hehe.

Kemudian ada sesi tanya jawab dengan mantan pecandu. Yang mengejutkan saat ditanya darimana mereka mendapatkan narkoba tersebut, salah satu dari 2 perempuan itu menjawab dari teman laki-lakinya di pesantren. Dia dulu seorang santri yang baik hingga kemudian terjerumus ke penyalahgunaan narkoba. See? Narkoba bisa beredar dimana saja. Waspadalah! Dan yang lebih mencengangkan lagi, dia adalah pemakai terlama diantara teman-teman se grup musiknya, 17 tahun. Ia mengaku dulu sehari bisa menghabiskan 2 juta untuk membeli barang terlarang itu. Lalu darimana dapat uangnya? Pertama dari uang tabungan, kemudian kalau sudah habis mulai malak, ngamen, mencuri, dan memicu tindak kriminal lainnya. Ada juga yang mencicipi narkoba sejak usia 14 tahun, SMP! Masa ketika sudah ngga lucu tapi ganteng juga engga hahaha. Ia mengaku dapat dari temannya.

“Kalian dulu punya prestasi nggak sebelum kecanduan narkoba?” tanya dr. Aisah. Satu per satu pun menjawab, ada yang juara MTQ (MTQ?!?!?!?!!!), nyanyi, baca puisi, sepak bola, dll. Awalnya mereka adalah anak baik-baik hingga bertemu orang yang salah disaat yang salah.

“Kalian dekat ngga sih sama orang tua?” tanya dr. Aisah lagi, semuanya menjawab tidak. Dan ketika disuruh menyampaikan apa yang ingin disampaikan kepada orang tua, mereka rata-rata menjawab kalau anak tidak suka dimarahi, dibanding-bandingkan hingga menyebabkan dia tidak betah di rumah karena setiap pulang selalu dimarahi.

Alhamdulillah kini mereka sudah memasukin tahap “clean” walaupun tidak bisa sepenuhnya. Mereka harus tetap bersama dan membentuk grup karena kalau lepas bisa tersangkut lagi. Untuk kita, ada baiknya kita mendukung perubahan baik mereka. Jangan terus-terusan menganggap mereka masih sama. Justru dukunglah pemulihan mereka dan jangan biarkan generasi muda kita diracuni obat terlarang! Kenali gejalanya dan SAY NO TO DRUGS!


Kamis, 25 Juni 2015

Save The Last For The Best!

Inilah secuil ceritaku saat mendaftar FK UII. 

Pendaftaran
Saat itu menjelang pukul 16.00 saat aku dan papa berangkat menuju Stasiun Gambir untuk pergi ke Yogyakarta. Besok adalah pendaftaran terakhir PBT UII sekaligus gelombang terakhir. Ini kali pertama aku mengikuti tes di UII. Akhirnya kami sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta pagi sekali dan langsung menuju Hotel Ishiro di Jl. Kaliurang Km 4.

Setelah mencari sarapan, aku dan papa langsung melanjutkan perjalanan menuju UII naik taksi, satu-satunya kendaraan umum yang ada di Jogja. Sebenarnya masih ada semacam minibus yang sudah tua dan juga transjogja, tapi setahuku ngga melewati rute ke UII di Jl. Kaliurang Km 14. Dan ditambah lagi menunggu kendaraan tersebut memakan waktu lama.

Akhirnya sampailah di gedung D3 Ekonomi UII, tempat pendaftaran dan langsung mengambil nomor antrian. Sekilas tentang UII, UII merupakan kampus swasta tertua di Indonesia. Suasana kampusnya rindang, hijau, sejuk, dan bersih. Kesan pertama,
“WOW”. Hahaha. Setelah membayar biaya pendaftaran sebesar 250.000, aku langsung menuju basement di dekat situ untuk key in data dan selanjutnya melakukan foto dan sidik jari. Wah ketat juga ya ternyata.

Singkat cerita, semua proses pendaftaran rampung dan tinggal menunggu tesnya yang bertepatan pada tanggal 14 Juni. Yap! Bebarengan dengan SIMAK UI dan UTUL UGM. Dan lalainya, aku lupa membooking hotel lain di sekitar situ, semua full! Ditambah lagi ada acara wisuda di UPN Jogja. Sempat bingung, masa mau menggelandang? L

Hari itu kumanfaatkan belajar soal-soal yang dikirim Dita. Sementara papa keluar untuk solat Jumat dan mencari hotel. Alhamdulillah dapat walaupun ini tidak bisa dibilang hotel, lebih mirip penginapan. Ngga papa, Ya Allah aku ikhlas. Wkwkwk. Tersisalah malam terakhir sebelum bertempur lagi seusai SBMPTN. Aku tidur pukul 22.30.

Tes Tahap 1
            Pagi sekali sudah banyak yang berkumpul di gedung FTSP. Aku langsung menuju ruangan ujianku yang terletak di lantai 3. Jika bisa kugambarkan bagaimana suasana disana? (Atau mungkin suasana hatiku sendiri?) TEGANG. Aku duduk sambil membolak balik buku soal-soal sambil sesekali berhenti untuk memperhatikan sekitar. Makin siang makin banyak yang datang. Okay, aku ngga boleh grogi dan deg-degan. Bisa buyar. Sebenarnya sudah dari semalam aku memasrahkan diri sama Allah. “Ya Allah, aku sudah melakukan yang terbaik. Aku ikhlas dengan hasilnya. Aku percaya bahwa Engkau akan memberiku yang menurutMu baik.”

            Khusus Fakultas Kedokteran, jumlah soalnya 125 dengan waktu 125 menit. Jadi, masing-masing soal 25 menit. Soalnya terdiri dari Agama Islam, Bahasa Inggris, TPA, Aritmatika/Matematika, dan IPA. Tes dimulai tepat pukul 09.00 dan saat itu salah satu pengawas berseru, “Kami ingatkan kepada yang merasa menjadi joki di ruangan ini untuk segera keluar.” katanya. “Kami beri kesempatan.” Semua muslimah (ya, karena satu ruang auditorium perempuan berhijab semua) melirik satu sama lain, tak ada yang bergeming. Disela-sela tes, dua orang pengawas menghampiri satu per satu peserta (yang sepertinya berjumlah hampir 100 orang) untuk dicek kartu pesertanya dan juga….sidik jari.

            Gong terakhir pertanda selesainya tes berbunyi. Aku merasa lega walaupun jari-jari tanganku masih gemetar. Entah kenapa aku tidak pernah merasa selega ini sebelumnya, bahkan setelah SBMPTN yang kurasakan hanya galau. Okay, tinggal menunggu tiga hari kemudian untuk mengetahui apakah aku lolos atau tidak. Untuk melewatkan tiga hari itu, aku pulang ke Malang. Refreshing.

            Tak terasa sudah tanggal 17 Juni dan pagi-pagi sekali kubuka website UII untuk melihat pengumuman. Hatiku bergetar (lebay-_-). Alhamdulillah, aku lolos tahap satu. Sungguh mengejutkan! Banyak yang mencoba berkali-kali untuk tembus FK UII. Namun Allah memberiku kemudahan dengan satu kali coba langsung lolos. Ya, kalau nggak lolos harus melupakan UII karena ini gelombang terakhir. Agak berat ya, karena aku belum dapat tempat bernaung untuk kuliah alias belum diterima dimana-mana. Apalagi akreditasi FK UII ini sudah A. J

Tes Tahap 2
            Lolos tahap 1 tidak bisa enak leha-leha, khusus FK diwajibkan mengikuti tes tahap 2 tanggal 19 Juni yang mencakup wawancara, psikotes, dan mengerjakan soal IPA essay. Sebelumnya, Dita sudah menceritakan tentang tes tahap 2 ini. Dia memintaku untuk hati-hati, karena dari gelombangnya “dibuang” lima orang. Susah juga mau jadi dokter ya…

Aku, Mama, Papa berangkat ke Jogja dari Malang tanggal 18 Juni pagi dengan kereta. Keesokan harinya setelah sarapan, kami langsung menuju ke Gedung Prof. Dr. Sardjito UII. Orang tua dan anak mereka sudah ada di lantai 3, aku duduk diluar karena di dalam sudah nggak ada tempat duduk lagi. Aku sempat mengobrol dengan beberapa peserta disitu, jarang malah yang dari Jogja. Rata-rata luar kota, Magelang, Bogor, Lampung, bahkan Mataram. Amazing, pikirku.

Tes pun dimulai. Dibagikan kertas tentang pernyataan yang harus kita jawab. Pertanyaan-pertanyaannya kurang lebih seperti, “Apakah anda mempunyai banyak teman?” “Apakah anda takut darah?”. Ada juga tes menggambar orang, pohon, dan rumah. Menyusul kemudian mengerjakan soal IPA essay. Semuanya akhirnya selesai. Tinggal menunggu antrian wawancara. Yang didahulukan anak laki-laki karena mepet dengan waktu jumatan. Well, kuhabiskan waktu mengobrol dengan teman-teman baruku, Zaski dari Bogor dan Lia dari Jogja (lokal nih lokal akhirnya wkwk).

Petugas mulai memanggil nama kami satu per satu untuk pergi ke ruang wawancara di gedung sebelah. Tanganku mulai dingin sedangkan badanku panas (loh?-_-). “Yang penting jaga sikap. Jangan lupa salam.” Aku teringat nasehat Dita di whatsapp.

“Assalamualaikum” kataku sok manis kepada dokter penguji. Ya aku grogi, mau gimana lagi untuk pura-pura ngga grogi? “Waalaikumsalam, silahkan duduk” katanya ramah. Kemudian dokter tersebut membuka berkas-berkasku. “Annisa ya?” tanyanya. “Iya betul” jawabku sopan. “Kamu sekolah di Jakarta ya? Kenapa pilih di Jogja?” kujawab spontan, “Karena di Jakarta suasananya kurang enak untuk belajar, bu. Rame. Hehe.” “Hm gitu”

“Kamu anak keberapa?” lanjutnya. “Pertama dan terakhir, bu.” “Oh anak tunggal ya, berarti tulang punggung keluarga…” (akhirnya responnya panjang juga wkwk). Lalu tibalah ke pertanyaan, “Kenapa kepengen jadi dokter?” dengan polos dan gatau apa-apa aku menjawab, “Karena saya ingin  mengabdi kepada masyarakat, bu.” Aku merasa eneg dengan jawaban bullshitku dan mungkin juga dirasakan sama bu dokter penguji. “Kamu pengen jadi dokter seperti apa sih?” lanjutnya. “Hmm saya pengen jadi dokter yang tidak terlalu classy” kataku sambil mengacungkan jari menandakan tanda kutip. “Maksudnya nggak terlalu kelas atas. Banyak orang diluar sana yang belum mendapat pengobatan layak karena mahal.” tambahku. Tak kusangka aku makin dikejar dengan jawaban macam ini. Aku harus kuaaaaat! (?)

“Kalau gitu kamu dapat penghasilan darimana?” “Saya mau daftar PNS, bu” jawabku yang bener-bener seadanya karena nggak tau mau jawab apa lagi. “Karena kalau PNS kan hidupnya terjamin” tambahku makin sotoy. Ya, setauku begitu. PNS Jakarta aja minimal 12juta. Tapi percayalah, insyaAllah bukan itu niatanku. Aku baru kepikir pas sudah selesai kenapa aku nggak jawab gini, “Saya juga mau buka usaha, bu. Jadi masalah keuangan nggak jadi beban.” Atau mungkin, “Saya mau cari suami orang kaya aja, bu.” (NGAKAK)

Aku sempat bĂȘte di sesi ini karena aku bener-bener kelihatan ga kuat niatan jadi dokter. Lalu topik beralih ke sekolah. “Kamu ikut organsasi?” aku terdiam. Aku pasif. Aku ngga ikut OSIS. Akhirnya kujawab, “Ikut English Club, bu.” “Berarti bahasa Inggris kamu bagus dong?” “Yaaa lumayaan…” jawabku nyantai. “TOEFL kamu berapa?” “Belum pernah tes TOEFL, bu. Pernahnya TOEIC.” Hening sejenak. “Coba kamu perkenalkan diri pakai bahasa Inggris!” waduh pikirku, leh uga nih. Dengan gaya sok pede aku mulai, “My name is Annisa Tristifany. I’m the first and the last child in my family.” Hahaha ngulang-ngulang yang tadi karena bingung. Aku diam sejenak untuk berpikir apalagi yang harus dibicarakan. “I was born in Malang on 20th of January 1997.” Bu dokter penguji mengangguk. “My hobby is…writing…about my opinion on my blog, reading book sometime…and….playing tennis.” “Oh kamu suka tennis?” tanyanya. “Yes” jawabku yang masih kebawa bahasa Inggris.

Selanjutnya bu dokter penguji memberiku beberapa kertas bacaan untuk dijawab. Diantaranya kasus penyakit batuk rejan, pengertian transpor aktif, dan sistem pembelajaran di FK UII. Aku lega saat penguji bilang, “Sudah kayaknya itu aja…” aku menata kembali kertas itu dan salim (?) “Makasi, Bu.” kataku. Saat aku mau keluar tiba-tiba ia berkata, “Kalau nanti kuliah di UII jangan pakai celana jeans ya…” “Harus rok, bu?” “Engga, celana boleh tapi kain yang longgar.” “Oh iya…”

Aku kemudian keluar dan memberitahu peserta selanjutnya untuk masuk. Alhamdulillah aku lolos tahap kedua dari resmi diterima di UII.


Seperti kata Fina, “Save the last for the best.” Hahaha.

Sabtu, 14 Februari 2015

Kenapa Baru Sekarang?

Assalamualaikum.

Nggak kerasa habis ini mau jadi maba alias mahasiswa baru. Setelah genap berusia 18 tahun tanggal 20 Januari kemarin, aku merasa makin dekat ke dunia dewasa. Wow yang kayak apa tuh? Aku jadi lebih suka mengamati keadaan sekitar dan orang-orangnya. Lho memang dulu engga? Ngga sedetil ini hahaha. Mau jadi detektif keleus (?) Aku mulai mengerti sekarang kalau kita ngga boleh asal ceplas ceplos omongan kita karena selalu ada konsekuensinya. Seiring bertambahnya usia kita, kita didapuk untuk bisa menjadi lebih dewasa sehingga apapun yang kita lakukan jadi beresiko. Salah ngomong aja bisa dipikir yang lain-lain sama orang lain. Kadang niat kita apa disangkanya apa. Hm. Aku jadi sadar waktu jaman alay dulu……kalau ada masalah suka langsung koar-koar dan show off ke orang-orang. Sekarang? Yah pikir-pikir dulu deh. Kita juga harus bisa membedakan mana kawan mana lawan. Jangan hanya berpikir mereka teman tapi diam-diam… suer ini aku cuma ngingetin aja bukan atas pengalaman pribadi. Jadi saranku, hati-hatilah karena semua yang terlihat belum tentu seperti sangkaan kita.

My beloved classmates, Alchemist. Entah kenapa baru sekarang aku ngerasa kayak keluarga sama mereka. Bener-bener deket dan ngga mau pisah. Yang dulunya jaim-jaiman sekarang udah bisa menggila bersama. Dulu yang nganggap saling invisible sekarang bisa nyatu banget satu sama lain. Aku ngerasanya mulai kita ngurusin proyek buku tahunan. Dengan idenya yang emang keren-keren Desan (Dea Sandra) menawarkan konsep-konsep lucu buat halaman buku tahunan kelas kita. Cewek cantik yang jago gambar ini punya banyak pemikiran yang aku sendiri cuma bisa ‘iya-iya’ aja dengernya. Dengan ikhlas dia rela gambarin angket buat foto anak-anak sampe-sampe angketnya sendiri belum kelar pas hari H. Berbagai persiapan pun mulai diurus. Mulai dari nyari studio buat foto sampai cara ke studio itu yang kebetulan letaknya di Jakarta Barat. Mau bawa mobil sendiri-sendiri atau nyewa bus? Akhirnya karena kesolidan kita (hah? wkwkwk) kita naik bus bareng. Suasana di dalam bus kurang lebih sama seperti kita mau berangkat study tour ke Jogja Juni 2014 lalu. Cewek-cewek yang belum dandan dan ngga bisa dandan dibantuin sama cewek-cewek yang sudah dandan.

Setelah itu kita semua jadi makin deket karena banyaknya tugas kelompok yang anggotanya ditentukan guru sehingga kita nggak hanya main sama yang itu-itu aja. Kita jadi banyak mengenal karakter temen-temen yang lain yang sebelumnya ngga kita tau. Momen-momen ini makin erat kala drama korea membooming lagi, Dea Al Zhahra (Deay) adalah bagian kompor. Mendadak dia jadi tempat peminjaman DVD Drama Korea karena DVDnya udah bejibun. Drama korea dan para aktor tampannya jadi hot topic cewek-cewek di kelas. Bahkan cowok-cowoknya pun sepertinya mulai tertarik….
Wah wah. Vera, dia jatuh hati sama Lee Min Ho dan kemudian beli buku percakapan korea gitu dan mulai latihan. Yaampun kocak sekali. Aktor-aktor yang populer di kelas adalah Lee Jong Suk, Kim Woo Bin, dan Lee Min Ho.

Bulan Februari menjadi salah satu saat berkesan bagi kelas kami. Kami menang juara rata-rata nilai UAS tertinggi se-kelas-12-IPA. Sebagai hadiahnya, masing-masing dapet voucher belanja di kantin Rp 10.000. HOORAY! Oh iya, mungkin karena kelas kita menang, kita jadi dapet rekomendasi buat menghadiri Education Expo di JCC. Kita berangkat bareng kesana naik bus sekolah, tapi karena jumlahnya yang terbatas akhirnya ada 3 orang yang nyumbangin mobil buat nganter kita kesana. Kita yang mulanya main sama itu-itu aja mulai main sama yang lain. “Kubu-kubuan” perlahan memudar.


Momen ujian praktek pun tiba. Alhamdulillah kami bisa melaluinya dengan baik dan lancar. Ujian praktek memang harus saling bantu membantu wkwkwk. Yang aku pribadi rasakan adalah aku bahagia bisa bersama dengan kelas ini. Aku bersyukur banget punya mereka. Awalnya aku canggung ngomong pake “aku” “kamu” karena takut diledekin (.___.) tapi lama kelamaan mereka juga mengerti dan malah keikut ngomong aku kamu juga. Yoopo iki.
Dear Ruth! Kalo baca ini (plis baca Ruth) aku ngefans berat sama kamu Ruth akakakaka. Jadilah pelawak Ruth!!!! Entah kenapa jadi bakal kangen berat sama Ruth kalo udah kuliah nanti. Kangen lawakannya Ruth.
Bakal kangen juga sama toaknya Puti yang kecabeannya yang suka godain cowok-cowok di kelas hahahaha (tapi bercanda._.)
Oiya tiba-tiba aku jadi keinget Ecan, laki-laki alchemist yang lemah lembut tapi pas ujian praktek debat bisa berubah jadi tegas setegas laki-laki seutuhnya (?). Dia sama Ical jadi “tiang”nya alchemist. Aku ngga ngerti lagi kenapa mereka bisa setinggi ini. Ada Lukman juga yang biasanya diceng-cengin wkwkwk.
Wahyu! Yang bernama lengkap Wahyu Arianto: nama jawa, muka cina, tapi aslinya batak. Jago edit video juga nih.
Ada juga musek atau Arief Danantama yang suka nyanyi. Dan waktu kita kepilih jadi paduan suara buat HUT RI tahun lalu, “Udah, sek, lu lypsinc aja deh mendingan.” Dengan tabah dia pun nurut. Jangan patah semangat ya, sek! Siapa tahu nanti gede bikin boyband sehits boyband korea.
Relia….dia ini diam-diam kocak sekali. Ada bakat lawak yang terpendam di dalam dirinya. Dia juga jago lho mainin aplikasi/software desain atau gambar langsung.
Essar! Kita sudah sekelas sejak kelas X sar, tapi suara bersinmu masih gitu-gitu aja. Semangat ya, sar. Semoga suatu saat Osa bisa menerimamu (?)
Risda. Nama aslinya Fari Merisda Halawa. Menolak keras jika dipanggil Fari dan pengen masuk jurusan yang berkaitan sama kimia. Punya rambut lebih lembut dan lebih bagus dari bintang iklan sampo, percayalah. Dia gelian, senggol dikit udah….wkwkwk. Punya nama panggilan lain seperti: Mbak Ida, Dadida, Aida. Aku, Osa, Risda cukup sering TST bareng.
Maaf ngga bisa diceritain satu per satu anak-anaknya. Kalo mau diceritain request aja ya (?). Lumayan famous di blog temen wkwk. But I love you all!!! (?)

I just wanna take a moment to breathe and reminisce those moments we’ve been through…. I keep on asking myself  “Kenapa baru sekarang?” I feel this close friendship  with these crazy-lovely kids. I pray that we can keep our friendship until we will be old. You’ve been such as huge part of my life. You help me to survive in Jakarta that firstly I thought it was horrible. But we’ve made fun together! I love you, Alchemist. Merci beaucoup.