Sabtu, 12 April 2014

Something Never Changed

Diam sejenak dan memanggil memori ketika akan menghadapi ujian nasional SMP. Masa-masa tegang ini aku lewati bersama teman-teman Jupanca. UN tegang? Ngga juga sih. Tapi ini juga sebagai penentuan nasib ke depannya, malah bisa jadi menentukan kualitas SMA kita nanti. Study hard but also play hard. Hampir setiap hari kita belajar bareng di rumahku karena yang paling deket dari sekolah. Kadang jalan kaki, kadang di jemput, kadang naik becak. Goceng aja kok. Kita juga ada intensif tiap pagi. Dan paling ngantuk adalah pelajaran bahasa Indonesia, as always.

Salah satu memori yang paling melekat di kepala adalah pelajaran conversation. Karena menurutku ini pelajaran paling seru, gurunya sama seperti guru bahasa Inggris, bu Kanti. Kebanyakan kita isi dengan mini drama beberapa orang dalam satu kelompok dan kadang 2 orang. Dulu pas aku masuk pertama kali, aku belom kenal siapa-siapa dan masih polos (?). Duduk paling depan diantara Danu dan Ofi. Dan ketika itu Ofi pasangan sama Vicko. Aku sama Danu. Dulu pertama ngeliat Danu aku agak takut hahaha. Eh taunya…. Akhirnya kita bikinlah naskahnya. Percakapannya kalo kata anak sini “ngga danta” hahaha. Ceritanya tentang “nightmare” aku mati apa gimana gitu, itu Danu yang bikin. Dan aku makin memvonis kalo Danu ini kejam. Harus kuakui ide anak-anak di kelas ini sangat kreatif kalo bikin drama. Aktingnya juga kayak beneran. Bahasa Inggrisnya top! Aku makin kagum sama kelas baruku ini.

Another memorable memory: pas pulang sekolah aku, Ofi, Heral, Rido, Vicko, Danu belajar bareng di rumahku. Mereka sukanya di pinggir kolam ikan diterpa hembusan angin. Seperti anak-anak pada umumnya, kita bercanda. Pakar lawak adalah Danu dan yang terbully biasanya Rido. Dan ini membuatku terpikir teori baru: tiap ada lawakan beberapa orang, kadang diikuti lawakan bully-an untuk salah satu orang yang ada disitu. Ngga kerasa udah waktu dhuhur dan kita sholat. Karena tampatnya terbatas jadi solatnya 3 orang 3 orang. Nah pas yang cowok sholat, mereka bercanda mulu dan aku agak sebel. Agak ya? Lama-lama aku sebel banget sih. Mereka mau belajar atau main sebenernya. Akhirnya aku teriakin, sumpah aku khilaf, teman-teman. Awalnya cuma mau bercanda eh pas aku teriak sekali mereka masih cekikikan, aku teriak kedua kali baru mereka diem. Pas itu aku mau ketawa karena bercanda sebenernya tapi lama-lama sebel, dan kalo aku sebel pasti nangis. I still don’t know why. Ofi nenangin aku di kamar. Yah aku pengen ngakak kalo inget itu. Setelah selesai solat, suasanya menjadi hening. Kita membahas soal. Dan semua pada minta maaf. The end.


Oiya, aku, Ofi, Vicko, dan Danu les fisika privat bareng di rumahku sama bu Dewi. Awalnya cuma aku sama Ofi aja terus Vicko mau ikut. Akhirnya kita les bareng bertiga. Beberapa hari kemudian Danu juga ikut. Kadang kalau jam lesnya berdekatan sama waktu pulang sekolah, mereka langsung ke rumahku dan ishoma. Dan kekonyolan pun terjadi disela-sela keheningan kita lagi makan siang, “Fan, ini sendok apa sih kok besar banget?” kata Danu. Dia makan pakai sendok itu. Dan setelah aku telusuri, “itu sendok sayur, Dan” kataku nahan geli dan kita semua ketawa. Dan kejadian ini ngga cuma sekali tapi 2 kali. Ck ck ck. Habis itu kita sholat. Dan Vicko suka usil juga disini. Mereka suit dulu, yang kalah jadi imam. Nah waktu itu Danu yang jadi  imam. Kalau batal 3 kali kan harus wudhu lagi, misi Vicko atau tepatnya misi kami juga yang terpengaruh Vicko adalah membuat Danu batal sampe wudhu lagi *ketawa setan*. Lagu saat Danu takbir, kita ngga ikut. Kita malah ngakak bertiga dan ngelawak. Akhirnya berhasil, Danu batal 3 kali dan wudhu lagi.

Back to school story, Jupanca adalah kelas yang kompak banget. Waktu itu tempat wudhu anak laki-laki lagi direnovasi jadinya wudhu di tempat anak perempuan. Disini juga terjadi saling pembatalan wudhu, kalo yang cewek udah selesai, yang cowok wudhu. Dan kadang suka megang sampe jadinya batal hft. Kita juga tiap hari sholat duha bareng. Danu lagi Danu lagi, semuanya udah takbir (kan sholat jamaah), dia belum. Dia bakal nengok ke anak cewek di depan mukanya dan bilang “Ha” ngagetin gitu. Ada yang ngakak dan batal. Ada yang tahan kayak aku B)  

Another memory: waktu mendekati UN makin dekat dan kita ada doa bareng antara murid, guru, sama ortu. Papaku waktu itu ngga mau dateng dan aku nangis dari mulai gerbang sekolah. Aku pengen langsung cerita ke Ofi. Dia udah stand by depan kelas. Aku melangkah masuk gerbang perlahan sambil mengusap air mata. “Fan!” ah mampus ada orang. Aku bingung sambil ngelap air mata. Namun mata sembab takkan pernah bisa disembunyikan. Itu Vicko ternyata. Kita jalan ke kelas bareng dan aku macam curhat kilat sama dia sambil nangis sesengukan gitu hahaha. Aku inget Vicko kayak bingung gitu. Aku juga bingung sih (?).


Akhir kisah SMP kami bisa Anda baca di postingan “Jupanca yeahh”. Akhir postingan ini, Ofi masuk ke SMAN 1 Lawang sedangkan Vicko daftar jalur mandiri di SMAN 3 Malang. Danu memilih masuk SMKN 1 Singosari. Dan aku ke SMAN 44 Jakarta. 








Love

I do not know anything about it
I saw many of them
Going home together, spend almost all of their spare time together
People say it’s like the world is owned by both of you
People say it’s like jumping a really tall building when your brain tells you it’s not good idea but your heart tells you that you can fly
Commit and then break up few months later
The way I see it’s like a cycle repeat all over again
Isn’t it tiring?
For me who only saw, it’s really sucks and ridiculous
How can we love someone and then break up that fast?
All things they know about love is not like what I’ve learned and known all this time
I feel that love is not only for temporary but it’s forever
It’s not about breaking up after you both argue and find that that you don’t match anymore
But it’s about finding the best solution for every obstacle
It’s not about breaking the walls alone but to unite your strength together

For me, love is not only about boyfriend
If you love people right, you will love him that way
Nothing can separate both of you as long as you both understand the power of love
Nobody left behind because you both are always going straight and face every challenge together

Dear someone out there, this is too beautiful and fascinating
I will wait for our turn to get along this journey together till the end


Kamis, 13 Maret 2014

Anak Semata Wayang


Menjadi satu-satunya bukan berarti semua keinginan bisa dipenuhi begitu saja. Menjadi satu-satunya bukan juga bakal dimanja seperti kebanyakan orang berasumsi. Dibalik semua itu tersimpan tanggung jawab yang besar sebagai “satu-satunya” penerus keluarga. Ya, anak semata wayang kadang sering dipandang sebelah mata bagi sebagian orang. Kenapa? Karena mereka berpikiran berlawanan seperti yang ada di kalimat pertama dan kedua.

Menjadi satu-satunya penerus memerlukan tanggung jawab yang besar untuk menjadi seseorang yang sukses dan nantinya membanggakan kedua orang tua. “Satu-satunya” kebanggaan orang tua. Memikul tanggung jawab yang sebesar itu juga diperlukan persiapan yang tidak main-main.

Tak jarang anak yang bukan anak tunggal ingin menjadi seperti anak tunggal yang mereka pikir akan mendapatkan segala yang diinginkan. Tak semuanya seperti itu. Salah satu faktor yang menentukan adalah kondisi ekonomi orang tua si anak. Jika orang tua mampu, mau anaknya lebih dari satu juga akan terpenuhi dan berlaku sebaliknya. Orang tua selalu ingin membahagiakan anak-anaknya dan mengupayakan yang terbaik. Namun, kondisi ekonomi orang tua bukanlah satu-satunya alasan terpenuhinya kebutuhan. Bermanfaat tidaknya sesuatu yang hendak dibeli oleh si anak juga harus menjadi pertimbangan, tidak semua bisa terbeli.

 Memang menjadi anak tunggal menyenangkan, seperti: kita tidak dibanding-bandingkan dengan kakak/adik, perhatian orang tua akan terpusat pada kita, orang tua akan berusaha menjaga dan memenuhi segala kebutuhan anaknya, mungkin bagi sebagian orang menjadi “tunggal” enak karena no more fight with siblings. Hayo ngaku yang suka rebutan sesuatu sama adek/kakaknya.

Disisi lain kita juga merasa sendiri, tidak ada kakak yang bisa kita tanyai pendapat dan ajak curhat maupun sharing, tidak ada adek yang rela disuruh-suruh. Curhat: aku pengen punya kakak cowok sama adek cewek. Kenapa kakak cowok? Karena kakak cowok itu seru. Kalo adek cewek? Ya karena cewek lebih nurut dibanding cowok jadi ya biar bisa disuruh-suruh dikit-dikit gitu (plak).

Jujur alasanku bikin postingan ini karena kadang saya merasa diremehkan sama sebagian orang. Mentang-mentang anak tunggal dikira hidup “nyaman” seperti yang mereka bayangkan. No way!


Jadi intinya, jangan mengunderestimate anak tunggal dulu. Meskipun kelihatannya enak, tapi tanggung jawabnya besar. Semua hal tentu punya sisi positif dan negatif. Syukuri apa yang ada dan upayakan yang terbaik.

We are Women

Di era modern yang serba cepat ini, kadang aku berpikir tentang kewajiban sebagai wanita. Ecieeehhh. Ehem jadi ini agak serius dikit ya (?)



            Nggak kerasa sekarang sudah 17 tahun dan saya merasa tua. Hahaha. Dengan umur yang semakin bertambah, kita mulai memasuki dunia kehidupan yang nyata (emang sekarang ga nyata ya -_-). Oke, maksudnya: kita akan segera terjun ke dunia kehidupan dan berinteraksi dengan banyak orang. Terus hubungannya sama kewajiban wanita? Well, kalau jaman dulu nih wanita kan biasa mengerjakan pekerjaan belakang. Alias di dapur, masak gitu, bersihin rumah, nyuci baju, setrika, dan lain-lain. Sekarang kan sudah emansipasi, kesetaraan antara peran pria dan wanita. Wanita lagi ngetren-ngetrennya tuh mendobrak semuanya. Hal-hal yang biasa dikerjakan pria sekarang juga bisa dikerjakan oleh wanita. Itu emansipasi.

            Tapi apakah dengan emansipasi itu menjadikan kita lupa akan kodrat kita sebagai wanita? Jangan dong. Paling engga dari masa remaja kita harus belajar mengerjakan perkerjaan rumah. Mager ya? Iya. Mager harus dilawan! Kadang kalau sempet, bantu-bantu nyuci piring, nyapu, ngepel, dll. Itu buat bekal kita nanti mana kala harus hidup mandiri terlebih lagi berumah tangga (mikir jauh nih). Alah gampang, kenapa ngga pakai jasa pembantu aja? Tinggal bayar, semua selesai. Oke, kita bicara hal darurat nih, seandainya pembantu kita ngga cocok sama kita atau misalnya lagi pulang kampung pas lebaran, siapa yang mau ngerjain semua hal tadi? Jangan sampai nantinya kita gelagapan ga tau caranya nyapu gimana. Sabun cuci piring letaknya dimana (?).

            Sebagai perempuan, kita juga harus bisa masak. Masak air doang bisanya? Beli buku resep masakan buat iseng nyobain pas ada waktu luang. Atau ngga bantu mama pas masak, mama juga bakal berbagi soal bumbu-bumbu beraneka masakan. Jangan bisanya makan doang. Kalau misalnya mager masak kan tinggal bikin makanan cepat saji atau beli delivery? Nah lagi-lagi mager menerpa, memang harus diperangi ya! Kita semua juga sudah tau dong tentunya makanan cepat saji itu banyak pengawetnya dan bahan-bahannya kurang baik jika kita konsumsi terlalu sering. Kebersihan juga belum terjamin kan? Dengan kita masak sendiri, kebersihan lebih terjamin.

            Oia, sebagai seorang perempuan biasanya kita yang kebagian mengelola keuangan. Yakan? Kalau dari muda sudah nggak tahan beli-beli, gimana kehidupan nanti dong? Uang yang kita dapat dari orang tua, sebaiknya disisihkan sebagian buat ditabung kalau-kalau ada hal darurat (kayak Westlife tiba-tiba dateng ke Indonesia gitu, kan pengen nonton juga). Terus ada baiknya kita mencatat setiap pengeluaran. Jangan sampai uang jatah sebulan malah habis sebelum pertengahan. Terus begitu habis lupa dibuat apa aja. Ckckck.

            Semoga dengan ini bisa menginspirasi kita semua untuk tetap melaksanakan kodrat sebagai wanita dan bisa berkarir setinggi-tingginya seperti pria. Buat anak muda khususnya cewek, semoga terinspirasi ya.
           


Lomba Kreasi Jilbab

Tepatnya tanggal Sabtu, 13 Mei 2013 di sekolahku ada acara yang namanya loketa (lomba keterampilan agama) yang diadakan oleh rohis (kerohanian islam) di sekolah. Sebelumnya, kakak-kakak rohis udah sosialisasi ke kelas-kelas menawarkan macam-macam lomba yang akan dilombakan pada hari itu. Ada banyak lomba spt: kreasi jilbab, cerpen bertema “my first hijab”, MTQ, MHQ, Cerdas Cermat, Adzan, Kaligrafi, dll. Nah aku sendiri memilih untuk join ke lomba cerpen sama kreasi jilbab. Cerpen udah jadi, dan aku memang awalnya ga yakin kalo itu bakal menang. Soalnya jujur, ceritanya terlalu universal dan alurnya kurang keliatan gitu. Kalah hahaha.

Nah di hari itu juga, aku dan 2 temenku ngewakilin kelas buat lomba kreasi jilbab. Aku, Jasmine Adiba Zakiah Zahra alias Mine, sama Galuh Ismah Nur Awalis alias Galuh. Sebelum hari H, Mine bawa beberapa majalah hijab ke sekolah buat kita liat gimana nanti ngekreasiin jilbabnya waktu lomba. Akhirnya kita pilih yang paling simple tapi cantik dan syar’i. Tanpa latihan sedikitpun.

Mine jadi modelnya. Sedangkan aku sama Galuh jadi yang ndandanin. Oke, besoknya Mine nunjukin foto yang baju yang bakal dia pake buat lomba. Bajunya hijau muda polkadot cokelat dan bawahan rok cokelat ditambah ninja (daleman jilbab ._.) merah bata. Kita awalnya bingung nentuin warna apa hijabnya nanti. Satu sama lain bingung juga ngga punya hijab warna ijo. Akhirnya tanpa deal  tentang apa hijab yang dipakai lomba besok, kita cuss. Bawa semua hijab yang dipunya. Waktu hari H, Mine sama Galuh lagi lomba saman di SMAN 59. Lomba kreasi jilbab dimulai jam 10.00 dan dikasi waktu 1,5 jam untuk dandanin. Aku sama Galuh sempet bercandaan, ngapain lama-lama dandanin sampe 1,5 jam. Kita ngakak tanpa tahu kalo besok 1,5 jam itu terasa sebentar.

Aku dateng pagi dan ngumpulin cerpen yang gagal menang. Terus nemenin Sheila lomba kaligrafi. Mendekati jam 10.00 aku turun ke audio visual. PANIC! Mine sama Galuh masih di SMAN 59. Aku lomba sama siapa? Huft. Chintya yang juga nunggu Syifa yang lagi saman juga panik. Aku telponin Mine, Galuh, Ides, siapa aja yang ikut saman. Dan mereka masih stuck disana ngga bisa keluar dari parkiran karena parkirannya di dalem banget. Oh My God what should I do? 

“Masuk dulu aja..” kata salah satu kakak panitia. Aku masuk. Bener-bener sendirian. Sedangkan tim yang lain udah pada lengkap dan ready buat bersaing. OH MINE GALUH WHERE ARE YOU!??! Keajaiban datang. Tiba-tiba mereka datang. Saking senengnya aku langsung peluk mereka berdua yang masih bermake-up. Awalnya, kita mikir enak kalo modelnya Mine. Ngga perlu dandanin lagi karena udah dimake-upin pas saman. Semua pupus ketika panitia bilang kalau make-upnya harus dihapus. Hening. Aku sama Galuh buru-buru hapus make up Mine.

Aku ga bawa make-up sama sekali, cuma bawa bedak sama lipstick.. Akhirnya pinjem Lina. Blash on (gitu bukan sih tulisannya?), eye shadow, dll. Lomba akhirnya dimulai jam 10.30. Sebelum dimulai, kita diinformasikan apa aja kriteria yang akan dinilai sama juri. Salah satunya kekompakan. So, we started. Mine udah pake ninjanya. Anak-anak X-6 yang lain (Lina, Delo, Ade Ayu, Sheila) dateng juga ke situ buat ngesupport kita. Akhirnya setelah Mine selesai pake ninja. Kita mulai dandanin ulang dia. Karena eye shadow Lina cuma ada warna biru ya mau gimana lagi. Cocok ga cocok sama warna baju cuma itu adanya hiks.




Aku ga bisa dandanin orang, jujur. Boro-boro dandanin orang, dandan sendiri aja ngga bisa hahaha. Perlahan aku mengoleskan kuas ke eye shadow dilanjutkan mengoleskan eye shadow itu ke mata Mine. “Fanny ketebelan” jerit Galuh. PANIC! “Hapus hapus hapus” kataku ikutan panik. Hapus lagi. Eh ternyata ada yang bawa eye shadow lagi, aku lupa Lina apa siapa gitu. Eye shadownya banyak pilihan warna kali ini. Galau. Ga ada persiapan sama sekali. “Warna apa nih, Gal?” aku melas. Mine yang pasrah bilang, “Udah.. gue rela deh diapain aja..”. “Coba ijo aja ya..” lanjutku. Lagi-lagi ngolesinnya ketebelan dan harus menghapus dan mengulang (lagi). Habis dipakein kok kayaknya kurang match ya? Ummm. Hapus deh (lagi) hihi. Akhirnya manteb pilih warna pink soft yang keliatan lebih natural buat Mine.

Sementara aku sibuk make upin Mine, Galuh sibuk ngurusin hijab yang bakal dipake mine. 3 juri keliling melihat para peserta. Aku sama Galuh bener-bener cuek ga peduli, karena kita memang panik (?). Btw, tahukah anda yang dilakukan supporter kita? Foto-foto pake iPad Mine -_-. “Support dong..” kataku melas. (melas mulu dari tadi huft). “GO FANNYYYY!” kata Ade Ayu dan dia melanjutkan foto-foto lagi. “Ini yang difoto malah supporternya bukan kita yak hahaha.” kata Mine.

Make up is done and then I helped Galuh memasangkan hijab ke Mine. Aku ga tau (dan lupa) kayak apa model hijab yang kemarin dibilang mau kita pake buat lomba. Galuh sih katanya inget. Tapi dia lupa-lupa juga hahaha. Akhirnya masang apa adanya dan bener-bener murni mengarang. Krik.. karena Galuh ngga bisa makein jarum pentul, akhirnya aku. Singkat cerita, habis itu aku mikir untuk meletakkan bunga raksasa (ga juga sih) di ending hijab itu, di kepala bagian kanan Mine. Untung dia bawa hiasan bunga, warna oren sama ijo. Kalau gak sepi banget hijabnya. Ijo lebih masuk, jadi aku pilih itu.
Finally, Voila! Jadilah Mine yang baru!

Per kelas maju satu-satu buat memeragakan busana mereka. Dan setelah itu menghadap ke juri dan menceritakan tetang desain jilbab dan alasan-alasan. Mulai dari X-1 dan diakhiri dengan XI IPS 3. Setelah Mine selesai memeragakan, aku sama Galuh maju buat menjelaskan ke juri. Entah, aku speechless sama nervous abis. Sebelum maju kita bingung sebenernya gaya apa yang kita pake buat dandanin Mine ini. Gaya abal-abal apa adanya bangets. “Casual!” kataku nyeletuk. “Terus alasannya apa kita pilih casual?” Tanya Galuh. “Gini aja.. casual.. karena ngga terlalu ribet dan cocok buat suasana nyantai.” Tambahku makin sotoy. Aku sendiri aja jujur ga ngerti casual itu apaan. Krik. Bonek!

Karena aku speechless dan gagap abis di depan juri, Galuh akhirnya yang menjelaskan. Juri mengangguk dan melihat Mine dan menyuruhnya berputar (apaan seh -_-). Tiba-tiba salah satu juri nyeletuk, “Hmmm dandannya udah bagus. Itu tapi penitinya masih keliatan, mungkin bisa diperkecil lagi..” hening sejenak. “Oh..iya..” jawabku sama Galuh nyengir. Entah aku ngerasa pas kelas-kelas lain maju banyak banget dikomentarin. Aku mulai was-was jangan-jangan kalah nih. Wkwk.

Setelah semua maju, seluruh model + juri ditambah kak Medita berfoto hihi. Mine paling tinggi sendiri mah diantara model-model yang lain. Okhay. Hari itu selesai. Badanku lemes banget kelamaan dibawah AC. Pulangnya kita makan mie ayam di rumah Fajar, our beloved  ketua kelas.





Pengumuman pemenang lomba masih 2 minggu lagi waktu hari Senin setelah upacara. Ubelievable!  X-6 menang hampir di semua lomba! Heboh banget kelas kita. Fajar, Rega, Farhan juara 1 lomba cerdas cermat, Arsyindah juara 2 cerpen, Farhan juara 2 adzan, Sheila juara 3 kaligrafi dan banyak lagi. Kapan kreasi jilbab?

“Untuk lomba kreasi jilbab. Juara 3…. XI IPS 3!” sorak sorai cetar membahana.

Aku, Mine, Galuh makin deg-degan gak keruan. “Juara 2… X-3!” woooo!! Cetar membahana lagi. “Juara 1…. X-6!” WAAAAAAAAAAAAAA. Saking terharunya aku menitikkan air mata berkaca-kaca dan langsung meluk Mine. Mine akhirnya maju ke depan buat ngambil hadiah dan sertifikat. “Dan untuk juara umum… X-6!” our happiness is completely complete! Aku sama Galuh maju buat ngambil piala juara umum itu. VERY PROUD!
 


Indonesia di Masa Kini

Beraneka gadgets dan barang-barang canggih sekaligus keren banyak diimpor negara kita dari luar negeri. Kemajuan teknologi yang makin pesat membuat masyarakat kita tergiur oleh produk-produk classy tersebut. Setiap kali ada rilisan barang terbaru, orang-orang akan selalu datang menyerbu untuk mendapatkannya pertama kali. Ya, pengaruh teknologi memang besar sekali terhadap negara ini. Tapi apakah pernah kita berhenti sejenak diantara keramaian banjir produk impor ini dan berpikir betapa konsumtifnya masyarakat kita. Semua seolah tergantung dari negara lain. Hal ini tentu berdampak pada pedagang lokal yang kebanyakan kalah saing dengan produk-produk asing. Namun, apakah konsumtif itu memang budaya orang Indonesia? Bukan. Sebenarnya mereka hanya gengsi membeli barang-barang impor. Atau bisa juga disebut sebagai korban merk. Anak-anak dalam negeri sebenarnya punya kapabilitas untuk memproduksi barang-barang itu sendiri, namun karena gengsi di masyarakat untuk memiliki produk impor, maka barang-barang domestik tersebut terabaikan. Tengok saja anak SMK yang sudah mampu membuat mobil sendiri, tapi tidak ada yang membeli kan? Padahal itu buatan bangsa kita sendiri. Seandainya kita dapat memproduksi sendiri mungkin akan lebih hemat pengeluaran negara kita. Masyarakat Indonesia sendiri juga tampaknya selalu mengunderestimate produk lokal yang dianggapnya kalah kualitas dibangingkan produk impor. Lalu, jika kondisi ini terus berlanjut, apakah yang akan terjadi? Bisa dikatakan secara tidak langsung kita dijajah produk asing.

Indonesia merupakan negara berkembang, setidaknya itu yang kita tahu selama ini. Tapi benarkah begitu? Salah seorang temanku pernah bilang kalau sebenarnya Indonesia bukanlah negara berkembang, tapi negara terpuruk. Dan kita berdua tertawa mendengar lelucon benar itu. Banyak hal yang menjadi kriteria untuk menjadi negara maju. Tapi pada dasarnya, maju atau tidaknya suatu negara bergantung pada orang-orangnya sendiri. Kalau kita tengok, sudahkan kita pantas menjadi negara maju? Mulai dari hal-hal kecil dan remeh seharusnya kita perhatikan. Karena hal-hal yang kecil dan remeh dapat mempengaruhi hal-hal besar yang nantinya akan kita lakukan.

Pagi ini, mamaku sharing tentang guru bahasa inggrisnya, seorang bule yang sudah tinggal cukup lama di Indonesia. Ternyata dia sudah mendalami perilaku-perilaku orang Indonesia, kalau masuk jalur busway, ditangkap bisa nyogok. Mungkin hal ini sudah kita anggap biasa, tapi akankah kebiasaan ini kita teruskan? Pertama, dari diri sendiri dulu, coba disiplin. Tidak usah masuk jalur busway, semua orang sama macetnya dan ingin cepat sampai, seenaknya aja orang-orang itu nyelonong masuk. Dan apa yang terjadi kalau ada kasus busway nabrak motor yang di jalur busway? Buswaynya diamuk masa. Sebenarnya yang salah siapa? -_-

Dari pengamatan si bule ini seharusnya kita malu pada diri kita sendiri. Kita ingin dipandang classy dan tau teknologi, tapi haruskah begini caranya? Menghilangkan rasa bangga kita terhadap produk negara sendiri dan memilih produk negara lain. Si bule mengakui banget bahwa Indonesia memang kaya SDA, tapi sayang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Lagi-lagi faktor SDM menjadi kendala.

Dan lanjut, si bule juga mengamati banyak hal di Jakarta ini. Sepanjang pagi di mobil aku hanya terus mendengarkan pendapat mama dan papa yang saling sharing soal masalah-masalah di Indonesia. Mendengarnya aja aku udah pengen nangis dan prihatin. Apalagi menengok penerusnya yang suka nyontek, ngrokok, bolos sekolah. Rasanya psimis mau lihat Indonesia maju. Tidak ada yang bisa menjamin berapa tahun lagi Indonesia akan menjadi negara maju yang mandiri. Yaaa berhubung aku masih kecil (hahaha engga juga sih) jadi yaaa segitu lah yang aku tangkap.


Mulailah berubah untuk Indonesia yang lebih baik. Lakukan hal-hal kecil dengan sepenuh hati dan jangan diremehkan. Kelak itu akan berpengaruh besar. Dan semoga kelak Indonesia bisa menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi di tangan pempimpin yang baik dan masyarakat yang maju.

Rabu, 01 Januari 2014

Q&A-ing myself (part 2)

So, talking about your dream and passion. What do you want to be in the future?
Honestly, I want to be many things but it seems like impossible. We cannot do many job and not focusing on one thing. But according to my parents’ advice, I think I would like to be a doctor. Also I want to be a psycolog. Besides, I want to have a restaurant and boutique.

What is your motto?
Never give up to reach your dreams even your dreams are impossible.

Who has inspired you a lot?
My mom. She’s typical of great woman I ever met and have in my life. She’s very kind and friendly. She’s also very smart and strong. Although she’s a career woman, she can devide her time with her family and work.

What is your favorite food and drink?
Food? Hm I love black pepper crabs. Ah whenever someone asked me about what I like. I suddenly forget all of the kind of food hahaha. All Indonesian food, my mom’s cooking. While drink, I love mineral watter and cappuccino. That’s it!

What country do you like to visit first?
UK and Ireland absolutely!

What kind of person do you like?
Typical person that I like is…..not very much but….I love someone who is smart, simple and not only good outside but also inside. Down to earth. Always help other. Funny. Can always make me enjoy whenever I’m with them. Talk less, do more, babe.

What will you say to people who don’t like you?
Hi. Bye.

What is your favourite lesson at school and why?
ENGLISH! Because I love English.

Who’s the cartoon charcter you’d love to meet?
Stitch, he’s cute. Spongebob, he’s cheerful. Doraemon, I want to ask for door that makes me can go everywhere. Minion, they’re funny and cute. Olaf, he’s cheerful and fun.

Physic/Math/Chemistry/Biology?
Physic..I guess J

Mountain or beach?
Beach then mountain.

Movie quotes that pops up in your head right now?
“Is that possible to love 2 guys at the same time?” “Love, yes. Be in love, no.” (This Means War)

“Age is not guarantee of efficiency” “And youth is not guarantee of innovation” (Skyfall)

Your favorite thing to do on spare time?
Thinking of something or someone. Making something like this. Listening to the music. Watch movies. Hangout. Tweeting. Do homework, maybe? Hehe

Have you ever think the reason why are you living?
I was born. And I’ll do something great in the future.

What do you think about friendship and besties?
They are everything. You know when you have nobody to share. Your besties will always be there. And also your family. We can call them whenever we want. They always love to hear our story. We can laugh with them over a silly things.